Dirjen KSDAE Launching Program KSDAE Mengajar di Kabupaten Kupang

  • Bagikan
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kepala Balai Besar KSDAE NTT Arif Mahmud dan hadirin saat Launching KSDAE Mengajar di SMAN 3 Fatuleu, sekaligus puncak perayaan hari Bhakti Rimbauan di Propinsi NTT Senin (21/3/22).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) malaunching program KSDAE Mengajar, Bhakti Rimbawan untuk anak Negri.
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di halaman SMA Negeri 3 Fatuleu kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, (21/3/2022).

 

Kepala Balai Besar KSDAE NTT Arif Mahmud dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rangkaian untuk memperingati hari Bhakti Rimbawan setiap tanggal 16 Maret.

 

“Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan yaitu penanaman anakan, pembersihan sampah serempak, donor darah. Apresiasi kepada para pensiunan, pembagian buku ke sekolah-sekolah, upacara yang dilakukan secara hybrid dan saat ini telah dilakukan launching yang merupakan inovasi dari Dirjen KSDAE sekaligus puncak perayaan hari Bhakti Rimbauan di Propinsi NTT”, jelasnya.

 

Mahmud menjelaskan, KSDAE Mengajar dilakukan dengan memperhatikan arahan Presiden terkait pembangunan SDM, dimana seluruh pegawai Dirjen dapat berkontribusi nyata, dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan belajar dan mengajar.

 

Kegiatan ini juga menjadi perhatian Gubernur Propinsi NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), yang berarti ini merupakan tanggung jawab semua pihak demi mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertuang dalam UUD 1945.

 

“Tujuan KSDAE Mengajar ini yaitu mengisi kebutuhan mengajar dari program guru tamu, dengan melakukan bina cinta alam dari Dirjen KSDAE, bangun legasi dari setiap sekolah binaan dengan melakukan kegiatan penanaman dan telah dibuat Arboretum sekolah, di SMAN 3 Fatuleu Kabupaten Kupang”, kata dia.

 

Dirjen KSDAE, Wiratno, dalam sambutannya saat meresmikan program KSDAE Mengajar bersama Gubernur VBL menyatakan, program ini sebagai wujud 5K yaitu kepedulian, keberpihakan, kepeloporan, konsistensi dan kepemimpinan.

 

“Ini merupakan kewajiban kita seperti yang sudah dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Fatuleu. Pencapaian kebudayaan manusia ialah mewariskan kebudayaan alam untuk mensukseskan keadilan lintas generasi. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan membantu jalannya kegiatan ini”, ujarnya.

 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, konservasi adalah usaha menjaga dan mengembalikan sesuatu yang diciptakan Tuhan sehingga bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

 

Menurutnya, launching KSDAE Mengajar merupakan acara yang luar biasa.

 

“Konservasi saja sudah hebat, apalagi bicara ekosistemnya. Saya beri apresiasi kepada Kepsek dan para guru di SMA Negeri Fatuleu”, ujarnya.

 

VBL menuturkan, banyak yang bisa dipelajari di sekolah, namun setelah lulus sekolah, kebanyakan lulusan hanya bisa mencari pekerjaan yang tidak pasti tanpa berpikir untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri.

 

“Kerja sama Dinas Pendidikan dan Balai Besar sama seperti ekosistem berpikir dan ekosistem alam yang merupakan kolaborasi sebenarnya. Dalam pemerintahan, banyak yang berbicara soal konservasi namun tidak ada hasilnya”, kata dia.

 

“Manusia modern adalah mereka yang menjaga hutan dengan membangun hutan dan tetap menjaga serta melestarikan dengan baik agar ekonomi bisa bertumbuh, membangun kecerdasan, dan membangun pemahaman masyarakat tentang pelestarian hutan. Dorong agar hutan dan manusia menjadi sektor yang stabil, kuat dan relasi antar sesama membangun konservasi semakin kuat”, ujar Laiskodat.

 

VBL berharap agar ke depannya, para pemimpin bukan hanya berada di kantor melainkan harus turun ke desa-desa untuk melihat dan menyelesaikan persoalan yang ada di desa.

 

Akhir kata, Viktor Laiskodat menyampaikan terima kasih kepada Dirjen KSDAE karena sudah hadir di sini dan memilih NTT untuk meresmikan program yang sangat luar biasa untuk masa depan Indonesia.

 

“Karena itu, NTT tidak boleh terjebak pada hal yang bersifat formalitas. Pegang teguh 5K agar program ini bisa menjadi manfaat bagi kita semua agar semangat kita tidak hilang. Salam konservasi!”, tutupnya.

 

Turut hadir, Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Wabup Kupang Jerry Manafe, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT Linus Lusi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Fatuleu Yosef Kono.

Penulis: NH/PKPEditor: Sintus
  • Bagikan