Bertha Ladju:”Meskipun Kami Juga Alami Kerusakan Tapi Sebagai Aparatur Harus Responsif Lihat Masyarakat”

0 97

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Badai Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada Minggu (4/4/21) hingga Senin (5/4/21) pagi menyisakan soal bagi masyarakat Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur. Tak ketinggalan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( BP PAUD dan Dikmas NTT).

 

Atap dari salah satu bagian gedung itu mengalami kerusakan dan perlu ditangani segera.

Kepala BP PAUD dan Dikmas NTT Nyonya Berta Ladju bersama staf bersiap-siap untuk pembagian bantuan kepada masyarakat terdampak Seroja Jumat (16/4)

“Tetapi meskipun kami juga mengalami kerusakan dalam artian kami juga mengalami sakit ya tapi sebagai aparatur Sipil Negara kami harus responsif melihat sakitnya masyarakat”, kata Kepala BP PAUD NTT Maria Bernadeta Adventia Salem – Ladju kepada Tirilolok Jumat (16/4/21).

 

Menurut dia, bantuan yang disalurkan merupakan sumbangan dari Kepala BP PAUD dan Dikmas seluruh Indonesia.

 

“Dimana karena empati kepada BP PAUD dan Dikmas NTT dan masyarakat NTT maka mereka serta-merta memberikan perhatian. Dan kami fokus ke dua kabupaten Kota yakni Kota Kupang dan kabupaten Kupang”, tambahnya.

 

Bantuan berupa Sembako itu diberikan kepada masyarakat yang betul-betul harus dibantu.

 

“Kriterianya masyarakat kecil yang terkena badai yang harus kami bantu”, kata istri Mantan Sekda NTT Fransiskus Salem itu.

 

Ia menambahkan, selain Sembako BP PAUD dan Dikmas juga membantu bahan bangunan kepada masyarakat terdampak Seroja.

 

“Seperti seng, usuk, sesuai kebutuhan masyarakat yang datanya kami dapat dari BNPB. Jadi sebelum kami memberikan bantuan kami koordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial baik di kota maupun Kabupaten Kupang untuk mendapatkan data. Lalu kami lakukan survei lokasi kira-kira mana yang butuh. Karena ini semua orang kan musibah jadi kita lihat yang betul-betul butuh”, terangnya.

 

Menurut dia, pihaknya juga fokus pada lembaga PAUD yang mengalami kerusakan.

 

“Ada satu yang kami bantu di kota Kupang, kemudian untuk masyarakat yang rumahnya rata tanah ada 7 rumah. Tujuh bahan bangunan yang kami salurkan, kemudian masyarakat secara keseluruhan itu untuk 2 kabupaten Kota ini Kota Kupang sendiri ada 150 KK, untuk kabupaten Kupang itu kami beri langsung ke Posko karena kasih satu yang lain tidak, bisa menimbulkan masalah. Selain itu juga dana dari BP PAUD dan Dikmas se-Indonesia juga kami serahkan ke Posko dikelola oleh LPMP “, ujar Mantan Ketua DWP NTT ini.

 

Disinggung mengenai bantuan langsung kepada Anak Usia Dini ia mengatakan, Panitia sudah bergerak untuk mendapatkan data akurat sebelum bantuan disalurkan.

 

“Besok ke Malaka. Di Kecamatan Malaka Tengah dan Malaka Barat. Total PAUD yang harus kita bantu di sana kurang lebih 19 PAUD yang aduuh harus betul-betul dibantu. Jadi kami sudah siap. Besok itu tim turun untuk membawa alat Pembelajaran, dan juga sembako untuk masyarakat”, pungkasnya.
(Sintus).