Relokasi Korban Terdampak Seroja, Pemkab Harus Siapkan Lahan

0 55

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Pemerintah daerah/kabupaten di NTT diminta menyiapkan lahan untuk relokasi korban yang terdampak parah dari bencana alam siklon tropis seroja serta longsor dan banjir.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM, saat memberikan keterangan pers di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT (Aula El Tari) pada Senin (12/4/21).

“Kita minta pada pemerintah daerah (kabupaten) Kota agar segera dalam 3 hari ini memberikan data pada kami mengenai korban-korban yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. Juga segera menyiapkan lahan bagi para korban sehingga bisa direlokasi yang mana akan dibiayai oleh pemerintah pusat,” katanya.

“Pemkab juga harus segera koordinasikan dengan BPN agar masyarakat yang direlokasi tersebut tidak kesulitan dalam mengurus sertifikat tanah,” tambahnya.

Beliau juga menginginkan agar pembangunan relokasi ini dipercepat mengingat banyak warga yang harus direlokasi dan harus ada penanganan yang cepat mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan juga Pemerintah Pusat.

Melalui BNPB juga ada Dana Tunggu Hunian sebesar Rp 500.000/bulan/KK bagi para korban bencana alam,” tambahnya.

Wakil Gubernur juga menjelaskan mengenai kunjungannya di lokasi bencana alam di Pantar (Kabupaten Alor) dan Oepoli (Kabupaten Kupang).

“Di Pantar juga itu masyararakat terisolir karena longsor dan jembatan putus. Tadi kami sudah bawakan bantuan. Serta di Oepoli ada jembatan yang putus dan masyarakat tidak bisa melewati sungai
dan kami juga bawa dengan dokter dan obat-obataan untuk bantu mereka disana,” jelasnya.

Ia juga sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat terhadap bencana alam di NTT.

“Terima kasih pada Bapak Presiden Joko Widodo yang sudah datang dan melihat langsung lokasi bencana dan iuga jajaran kementerian yang sudah memberikan bantuan,” ungkapnya.

(SP BIRO AP NTT/ELLENA)