Peduli Korban Seroja, Gudep 017/018 SMAN 1 Kefamenanu, Lakukan Ini

0 76

KEFAMENANU, FLOBAMORA-SPOT.COM – Badai siklon seroja yang terjadi sebulan  lalu di Nusa Tenggara Timur (NTT) sungguh menyayat hati. Banyak orang kehilangan segalanya dan sangat membutuhkan uluran tangan orang lain. Sebagai satu langkah pasti untuk menyikapi 7 kepala keluarga (KK) yang terdata sebagai  korban bencanan di Mena desa Oepuah Utara,  kecamatan Moenleu, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Gugusan Depan (Gudep) 017/018 Ambalan Sonbay-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kefamenanu dalam kesederhanaan dan keterbatasan melakukan aksi peduli korban versi mereka di paroki santa Filomena-Mena (Rabu,05/05/21)

 

Agustina B. Tahu, S.Pd, Pembina Gudep 017/018 Ambalan Sonbay mengungkapkan,  kelompok Gudep adalah anak-anak pramuka SMAN 1  Kefamenanu. Aksi peduli ini baru dilakukan karena kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka juga baru berjalan. Sebelumnya menggunakan sistem belajar dari rumah (BDR), sehingga pihaknya kesulitan untuk berkumpul dan tertunda untuk melakukan aksi peduli korban siklon seroja.

Depan (Gudep) 017/018 Ambalan Sonbay-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kefamenanu dalam kesederhanaan dan keterbatasan melakukan aksi peduli korban versi mereka di paroki santa Filomena-Mena (Rabu,05/05/21) sedang membagikan bantuan ala kadarnya kepada para Korban bencana Seroja.

“Aksi peduli yang kami lakukan ini mungkin sedikit berbeda dan semua terjadi dalam kesederhanaan. Karena apa yang kami bawa sekarang bersumber atau murni dari swadaya anak-anak Gudep SMAN 1 Kefamenanu. Gerakan menyisihkan uang saku/jajan mereka setiap harinya. Dari dana yang terkumpul, kami kemudian belanjakan barang yang hendak disumbangkan”, tandas Agustin.

 

Dia menambahkan, selain  tidak menutup kemungkinan swadaya anak-anak Gudep juga dalam bentuk barang. “Dan yang kami bawa sekarang bukan barang sembako, tetapi merupakan peralatan dapur yakni, gelas, piring, mug, senduk, bokor kecil, ember dan juga kuali. Semuanya memang sangat sederhana. Dan harapan kami, semoga ini semua bisa membantu meringankan saudara-saudari kami para korban bencana Seroja di paroki Filomena ini”, uangkap dia.

Menurut Agustin, aksi peduli ini selain karena rasa empati kepada para korban juga merupakan bentuk implementasi dari salah satu tema besar darussalam pramuka yakni: gerakkan cinta alam dan kasih sayang kepada manusia.

 

“Dan para korban bencana Seroja di paroki Sta. Filomena merupakan sasaran pertama aksi peduli kami. Dari sini, kami juga sudah berencana untuk datang lagi ke para korban yang ada ditempat lain. Harapannya semoga semua aksi ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua orang”, kata pembina senior ini. Salam Literasi !! (Beny Akoit – Mena-TTU)