Buka FGD Daerah, Ini Kata Komisioner Komisi KIP Pusat  

0 84

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Romanus Ndau, Komisioner komisi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Pusat ketika membuka kegiatan Focus Group Discussion Daerah, indeks keterbukaan informasi publik (IKIP) tahun 2021, di Hotel Aston Kupang, Rabu, (5/5/21)  menjelaskan IKIP merupakan program prioritas Komisi Informasi yang telah ditetapkan dalam RPJMN 2019 – 2024. Dan pada thn 2021 memiliki target tersusunnya IKIP seluruh Indonesia.

 

Menurut Romanus Ndau  pada bulan April-Mei 2021 ini secara serentak dilaksanakan FGD IKIP di 34 Provinsi dan berakhir di Provinsi NTT. “Kawan-kawan Pokja (kelompok kerja) daerah diharapkan agar bekerja optimal dan data-data sekunder tersedia dengan baik, karena sebuah daerah itu dikatakan maju jika ada transparansi”, tegas Ndau.

Kepada pemimpin daerah ia mengatakan, asah kecerdasan saja tidak cukup, perlunya asah keberanian demi menunjang kinerja. Ia menyatakan salut kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat karena berani melakukan terobosan-terobosan demi perbaikan daerah menjadi maju dan sejahtera.

“ Ilustrasinya, jika infrastruktur daerah buruk, otomatis informasinya juga pasti buruk. Budaya keterbukaan itu sangat krusial demi mendorong kemajuan suatu daerah”, jelasnya.

 

Roman Ndau juga mendorong Kabupaten Kupang untuk terus maju dari sisi informasi.  “Terima kasih kepada Bupati Kupang atas kesiapannya menjadi narasumber dan menjawab 85 pertanyaan terkait IKIP di Pemkab. Kupang”, kata dia.

 

Dari sisi informasi, Bupati Kupang menuturkan sejauh ini berjalan baik. Terkait pemanfaatan informasi publik dalam pemberitaan, Instansi Pemkab Kupang ada :  Lembaga Penyiaran Publik Lokal-Radio Suara Kabupaten Kupang, Juru Bicara, dokumentasi pimpinan, dan Dinas teknis lainnya dalam berbagi informasi, serta bangun kemitraan dengan Pers. Diakuinya, keterbukaan informasi adalah sebuah kebutuhan, tak ada rumus sembunyi informasi. “Diharapkan kita bisa saling berbagi informasi, apa adanya, komprehensif dan ada asas manfaatnya”, kata Masneno.

 

Terkait pemberian skor berupa angka (nilai) yang nantinya diberikan kepada kami, Bupati mengatakan “jika nilai rendah, tak masalah, intinya segala kritikan, kekurangan nantinya bisa dilengkapi, bisa diperbaiki untuk lebih baik ke depannya. Kita dorong keterbukaan informasi dengan cepat, akurat, tuntas, baik dalam tugas, dalam tanggung jawab, dalam pelayanan publik, dalam karya, juga dalam tujuan untuk kebaikan bersama.

Dengan nada merendah Masneno mengutarakan, dalam karya bukan saja soal terampil, tapi juga soal niat baik untuk bekerja. “dari usia, saya sudah tua, saya janganlah di puji, cukuplah dengan memberi penguatan bagi saya lakukan perbaikan”, tutupnya. (Rilis/Mercy/Sintus)