Gerakan Kristiani Indonesia Menyapa Umat Bello

0 99

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Sejumlah umat Kapela Santu Agustinus Bello Paroki Santu Fransiskus Asissi Kolhua Kota Kupang yang berdampak badai Seroja juga dikunjungi tim peduli kasih dari Gerakan Kristiani Indonesia Raya.

 

Kehadiran Isodorus Lilijawa, MM bersama tim selasa, (13/4/ 2021) itu membawa serta sejumlah bingkisan berupa, Beras, minyak goreng, gula, telur dan mie instan untuk dibagikan kepada sejumlah umat Bello.

 

Pada kesempatan itu Isodorus Lilijawa yabg juga sakah satu pengurus Partai Gerindra Kota Kupang itu menyatakan permohonan maaf kepada seluruh umat Kapela Bello. Karena bantuan yang dibawa jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak bisa mengcover seluruh umat Bello yang mengalami dampak dari badai Seroja.

 

“Kami.mohon maaf karena sebenarnya kalau mau jujur kita semua ini juga korban badai seroja, kemudian bingkisan yang kami bawa ini juga terbatas tidak bisa untuk seluruh umat di Bello,” pintanya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sebenarnya yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah bantuan bahan bangunan. Tetapi pihaknya tidak membawa dan memberi bantuan bahan bangunan, hanya membawa sedikit sembako yang nilainya sangat sedikit tetapi paling tidak bisa dimanfaatkan oleh keluarga atau umat di Bello.

 

“Beberapa hari lalu saya dihubungi oleh bapak Goris Takene untuk kalau berkenan keluarga atau umat di Bello juga dibantu seadanya. Kemudian saya katakan bisa, tetapi bantuan kami terbatas tidak banyak, kemudian bapak Goris menyanggupi itu sehingga hari ini kami ada di tengah bapa dan ibu sekalian”, jelas Lilijawa.

 

Sementara itu Goris Takene salah satu pengurus Kapela Bello kepada media ini menyatakan, bantuan ini memang sedikit dan terbatas tidak bisa mencakup semua umat Bello yang berdampak badai Seroja, tetapi pihaknya sangat bersyukur bisa mendapat perhatian dari teman-teman Gerakan Kristiani Indonesia Raya.

 

“Memang bantuan ini sedikit tidak bisa mencakup semua umat tetapi kami sangat bersyukur bisa dikunjungi, karena baru pertama kali ini setelah seminggu badai seroja menghantam Kota Kupang,” tandas Takene.(Gr)