Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Daya Saing Global, FKIP Undana Dorong Guru Kuasai HOTS dan TPACK

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui penguatan kompetensi profesional guru dan tenaga pendidik.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Mengembangkan Kompetensi Profesional Berbasis HOTS dan TPACK Menuju SDM Unggul dan Berdaya Saing Global” itu diikuti puluhan guru, tenaga pendidik, dan pemerhati pendidikan dari berbagai lembaga pendidikan di Kota Kupang.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Bustam, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana Dr. Nixson Meok, serta Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Dewi Bili Bora.

Dalam pemaparannya, Prof. Bustam menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat sebagai dampak perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi.

Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
“Guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka harus mampu membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada peserta didik. Serta mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK),” ujarnya.

Menurut Prof. Bustam, penguasaan HOTS dan TPACK menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Pendidikan abad ke-21 membutuhkan guru yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Jika guru mampu menguasai HOTS dan TPACK, peserta didik akan lebih siap menghadapi tantangan global dan memiliki daya saing yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas tenaga pendidik. Karena itu, studi lanjut pada jenjang magister menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kompetensi akademik, profesional, dan kemampuan riset para guru.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana, Dr. Nixson Meok, menjelaskan bahwa program studi yang dipimpinnya dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang pendidikan bahasa Inggris, penelitian, inovasi pembelajaran, serta kepemimpinan pendidikan.

“Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang. Kami ingin melahirkan pendidik yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan pembelajaran berbasis penelitian, teknologi, dan kebutuhan peserta didik di era global,” ujarnya.

Menurut Nixson, lulusan Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris diharapkan dapat menjadi agen perubahan di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya melalui pengembangan model-model pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Dewi Bili Bora menekankan pentingnya literasi digital bagi para pendidik. Menurutnya, teknologi kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran modern.

“Penggunaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui pendekatan TPACK, guru dapat mengintegrasikan aspek pedagogi, materi ajar, dan teknologi secara efektif sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik,” katanya.

Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di lantai dua Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Selain memperoleh informasi mengenai Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana, mereka juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pengembangan kompetensi profesional dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Kegiatan di Kota Kupang tersebut menjadi penutup rangkaian sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di lima perguruan tinggi, yakni Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira), Universitas PGRI 1945 NTT, Universitas San Pedro, dan Universitas Citra Bangsa (UCB).

Melalui kegiatan ini, FKIP Undana berharap semakin banyak guru dan tenaga pendidik terdorong untuk melanjutkan studi ke jenjang magister sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global. (Goe).

  • Bagikan