Angka Dana BOS Disesuaikan Dengan Data Dapodik

  • Bagikan
Kabid Pembinaan Dikdas dinas P dan K Kota Kupang Okto Naitboho memimpin pertemuan dengan Kepsek SD-SMP sekota Kupang Sabtu (29/8/20)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – “Terkadang yang hadir saja pemahaman sedikit apalagi yang tak hadir. Kami sangat paham bahwa banyak kepentingan kita tapi kami harapkan kita bisa saling menghargai, bahwa undangan yang dikeluarkan karena ada hal penting terkait dengan penganggaran dana BOS sehingga perlu ada pemahaman.

Kami beberapa kali lakukan komunikasi dengan Kementrian terkait alokasi anggaran untuk sekolah tetapi sebanyak itu pula pihak kementrian berpatokan pada data dalam dapodik. Karena saat pemeriksaan pihak inspektorat berpatokan pada data Dapodik, sehingga rapat hari ini sangat penting”.

para Kepsek saat pertemuan dengan dinas P dan K Kota kupang sabtu (29/8/20)

Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho, SPd. M.Si di lantai II dinas itu (Sabtu 29/8/20).

 

Bahkan Naitboho, sempat meminta Kepala Sekolah SDN Alak Daniel Nesimnasi yang Dapodik Sinkron belum selessi sampai hari ini Sabtu agar menyiapkan uang pribadi membiayai sekolah itu selama satu tahun 2021 karena pasti tidak akan dapat dana BOs 2021.

Sebab laporan tahap II Dapodik  2020 SDN Alak belum selesai.

 

“Apa soalnya”? demikian tanya Okto dan dijawab oleh Daniel Nesimnasi, “kendalanya ada satu orang anak yang tidak ada akte kelahiran sehingga menyulitkan saat entri data dalam dapodik”, ujar.

 

Solusinya menurut Naitboho, supaya tidak korbankan seluruh kegiatan sekolah maka Naitboho meminta supaya data satu orang anak sebaiknya dikeluarkan dari data agar tidak korbankan banyak anak.

 

“Kalau demikian saya minta agar jangan korbankan banyak orang karena itu sebaiknya korbankan satu orang tidak diakomodir dalam data dapodik,” Pinta Okto.

 

Lebih lanjut Naitboho mengingatkan kepada kepala sekolah bahwa, “apabila Bapa ibu kepala sekolah supaya tau bahwa kalau kepala sekolah gagal maka saya orang pertama yang gagal sehingga terpaksa saya harus bicara keras di sini”.

 

“Termasuk beberapa sekolah yang belum selesai laporan dapodik yakni SD Bakunase I. “Kalau laporan belum selesai  maka bisa saja mematikan banyak orang, termasuk SDK Generasi Unggul kalau swasta tidak dapat dana bos saya yakin yayasan uang banyak jadi bisa kalau tidak dapat dana BOS operasional bisa berjalan,” tandas Okto.

 

Lebih lanjut Naitboho mengatakan, kalau ada yang menjawab bahwa laporan dapodik sudah beres kami minta bukti laporan diprint dan dikirim kepada kami di bidang. “Supaya bisa menjadi bukti ketika ditanya dari pihak kementrian”, kata Okto. (Humas Disdikbud Kota Kupang/Ellena)

  • Bagikan