Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Astaga!! Nilai Matematika SMP Kota Kupang di Bawah Nasional, Guru Harus…?!

Kadis P&K Kota Kupang Ernest Ludji membuka Bimtek evaluasi nilai Matematika Kamis (3/9/26).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Nilai Matematika siswa SMP di Kota Kupang masih berada di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika siswa SMP Kota Kupang tercatat 38,11, sedangkan rata-rata nasional mencapai 40,38.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Persoalan itu dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Guru Matematika SMP se-Kota Kupang yang berlangsung 2–4 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, mengatakan capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan. Nilai TKA harus menjadi bahan evaluasi untuk melihat kembali kualitas proses pembelajaran di ruang kelas.

“Angka 38,11 ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah panggilan tugas bagi Bapak dan Ibu guru di ruang kelas,” ujar Ernest saat membuka kegiatan, Kamis (3/9/2026).

Ia mendorong guru Matematika untuk memperbaiki strategi pembelajaran sehingga capaian siswa tidak hanya meningkat, tetapi ke depan mampu melampaui rata-rata nasional.

Menurut Ernest, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja nyata dan komitmen bersama. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang telah mengawal penandatanganan MoU Perjanjian Kinerja Mutu Pendidikan bersama seluruh kepala sekolah.

“Ini sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan pencapaian mutu akademik”, ujar Ernest.
Ernest juga meminta guru tidak bekerja sendiri-sendiri. Sekolah negeri dan swasta, kata dia, perlu membuka ruang berbagi praktik baik, termasuk metode pembelajaran yang terbukti membantu siswa memahami konsep Matematika.

“Kita lepaskan sekat ego sektoral antara negeri dan swasta. Mari saling berbagi formula sukses,” katanya.

Ia berharap, Matematika tidak lagi dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang menakutkan. Pembelajaran perlu dibuat lebih menyenangkan, logis, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Jangan biarkan anak-anak kita trauma atau pura-pura izin ke toilet karena takut dengan jam Matematika,” ujar Ernest.

Bimtek tersebut diikuti 52 guru Matematika SMP negeri se-Kota Kupang. Para peserta tidak hanya memperkuat penguasaan materi, tetapi juga dilatih menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif sesuai kebutuhan siswa.

Ketua panitia pelaksana, Meriana Kadiwano, S.Pd., mengatakan kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi peserta yang baik. Salah satu hasilnya, guru mampu menyusun perangkat pembelajaran, termasuk modul ajar dan alur tujuan pembelajaran, untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Evaluasi melalui pre-test dan post-test juga menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan dengan rata-rata sekitar 35 persen. Seluruh peserta dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat pelatihan dengan beban 32 jam pelajaran.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTT, SMP Swasta Citra Bangsa, dan SMP Negeri 12 Kota Kupang.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, capaian 38,11 menjadi alarm sekaligus pekerjaan rumah. Tantangannya kini bukan sekadar meningkatkan angka, melainkan memastikan perubahan benar-benar terjadi di ruang kelas dan dirasakan siswa. (goe).

  • Bagikan