KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Upaya menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat terus dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya melalui layanan perpustakaan keliling yang setiap Sabtu hadir di kawasan Car Free Day Kota Kupang.
Mobil perpustakaan keliling tersebut membawa beragam koleksi buku, mulai dari buku cerita anak, buku fiksi hingga buku nonfiksi. Layanan itu sekaligus menjadi sarana mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat di ruang publik.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Zakarias Seba Raya, S.Ip., yang biasa dikenal sebagai Zakris Tokan, mengatakan kehadiran perpustakaan keliling di kawasan Car Free Day merupakan agenda rutin yang dirancang untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
“Setiap Sabtu di area Car Free Day, kami hadir membawa aneka buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengampanyekan ‘Ayo Membaca’,” kata Zakris, Sabtu (26/9/2026).
Berawal dari sebuah gagasan
Zakris menjelaskan, layanan perpustakaan keliling di Car Free Day pada awalnya merupakan gagasan yang muncul dari dirinya. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah inovasi pelayanan perpustakaan di ruang publik.
“Pelayanan di Car Free Day ini awal mulanya adalah ide dari saya. Kemudian saya jadikan sebagai sebuah inovasi pelayanan. Puji Tuhan, inovasi ini mendapat respons yang baik dari Bunda Literasi Kota Kupang dan Wali Kota Kupang,” ujar Zakris.
Menurut dia, pemanfaatan ruang publik sebagai tempat pelayanan perpustakaan menjadi bagian dari upaya menghadirkan buku lebih dekat dengan masyarakat.
Car Free Day dinilai menjadi salah satu ruang yang strategis karena setiap akhir pekan banyak warga datang untuk berolahraga, berekreasi dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat orang datang meminjam buku. Kami juga berupaya membawa buku dan layanan perpustakaan langsung mendekati masyarakat,” katanya.
Menurut Zakris, kegiatan tersebut tidak semata-mata menghadirkan buku di tengah masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan minat baca dan memperluas pengetahuan, terutama di kalangan anak-anak.
“Kegiatan ini bermuara pada satu tujuan mulia, yaitu mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Membaca di sela kegiatan akhir pekan
Suasana Car Free Day yang biasanya dipenuhi warga untuk berolahraga dan berekreasi menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan buku.
Sejumlah anak terlihat mendatangi mobil perpustakaan keliling, memilih buku yang menarik perhatian mereka, kemudian membaca di sekitar lokasi kegiatan.
Dua siswa SDN Oebobo, Sella dan Jordi, termasuk di antara anak-anak yang memanfaatkan layanan tersebut. Bagi mereka, perpustakaan keliling memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai jenis buku sekaligus membaca buku cerita anak di luar lingkungan sekolah.
“Saya senang bisa datang ke sini. Kami tidak hanya melihat berbagai jenis buku, tetapi juga bisa membaca buku cerita anak. Saya juga mendapat hadiah dari petugas berupa pensil, penggaris dan buku tulis. Hadiah ini membuat saya semakin senang untuk membaca,” kata Sella.
Jordi mengatakan kegiatan membaca di ruang publik memberikan pengalaman berbeda. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga anak-anak semakin terbiasa membaca.
“Saya senang bisa membaca buku cerita anak di sini. Banyak buku yang bisa dilihat dan dibaca. Selain itu, kami juga mendapat hadiah seperti pensil, penggaris dan buku tulis dari petugas. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan supaya anak-anak semakin senang membaca,” ujar Jordi.
Buku dan hadiah untuk menarik minat anak
Untuk menarik minat anak-anak, pengelola tidak hanya menyediakan bahan bacaan. Petugas juga menyiapkan hadiah sederhana bagi anak yang mengikuti kegiatan.
Hadiah tersebut antara lain buku tulis, pensil, bolpoin, penggaris, penghapus dan peruncing.
Zakris mengatakan keberlangsungan kegiatan perpustakaan keliling tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bunda Literasi Kota Kupang.
“Awalnya kegiatan ini hanya bermodalkan nekat. Namun, akhirnya mendapat dukungan sehingga sampai sekarang tetap eksis,” katanya.
Ia mengatakan dukungan tersebut penting agar kegiatan membaca tidak berhenti pada penyediaan buku, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat.
Zakris berharap budaya membaca semakin tumbuh di kalangan anak-anak Kota Kupang. Menurut dia, kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak dini melalui berbagai ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Buku adalah gudang ilmu dan buku adalah jendela dunia. Tidak baca tidak tahu, kurang baca kurang tahu, banyak baca banyak tahu,” ujar Zakris.
Kehadiran perpustakaan keliling di Car Free Day menjadi salah satu cara membawa buku lebih dekat kepada masyarakat. Ruang publik yang sebelumnya identik dengan aktivitas olahraga dan rekreasi kini juga dimanfaatkan sebagai tempat membaca.
Langkah tersebut diharapkan ikut memperkuat gerakan literasi di Kota Kupang sekaligus mendukung upaya membangun masyarakat yang gemar membaca dan berpengetahuan menuju Kupang Cerdas 2027. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




