Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mobil Perpustakaan Hadir di CFD Kupang, Ajak Warga Membaca di Ruang Publik

Anak-anak Kota Kupang asyik membaca di arena Car Free Day jalan Eltari Kupang.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang terus mendorong penguatan budaya literasi melalui pelayanan perpustakaan di ruang publik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Kupang, Sabtu (7/11/2026).

Kehadiran mobil perpustakaan di tengah aktivitas masyarakat pada akhir pekan menjadi kesempatan bagi pelajar dan warga untuk menikmati bahan bacaan bermutu setelah berolahraga. Pelayanan ini sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka, mudah dijangkau, dan menyenangkan.

Di tengah keramaian warga yang berolahraga, mobil perpustakaan keliling menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung dapat berhenti sejenak, memilih buku, dan membaca di sela-sela aktivitas pagi.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) NTT, Polikarpus Do.

Ia mengapresiasi upaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang yang terus mendukung penguatan literasi melalui pelayanan di ruang publik.

Menurut Polikarpus, kehadiran perpustakaan keliling di CFD merupakan langkah positif untuk mendekatkan buku dan bahan bacaan kepada masyarakat, sekaligus membangun kebiasaan membaca di luar lingkungan sekolah maupun perpustakaan formal.

Ia berharap gerakan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas literasi dan pengelola TBM.

Semangat pelayanan literasi tersebut turut tergambar dalam puisi Cahaya Literasi di Car Free Day karya Zakris Tokan, yang ditulis pada 7 November 2026.

Dalam puisinya, Zakris menggambarkan mobil perpustakaan yang bergerak sejak pagi untuk menjangkau masyarakat di CFD. Ia mengajak warga memanfaatkan waktu setelah berolahraga untuk membaca buku dan memperluas wawasan.

“ Satu halaman membuka jendela dunia, satu buku menyalakan cahaya jiwa,” demikian penggalan puisi tersebut.

Melalui kegiatan ini, literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat di ruang-ruang publik.

Upaya menghadirkan buku di tengah aktivitas warga diharapkan dapat memperkuat budaya membaca sekaligus menjadikan Kota Kupang semakin bercahaya melalui pengetahuan. (goe).

  • Bagikan