Minta Tuhan Atasi Covid, Paus Fransiskus Ajak Umat Beragama Berdoa

0 364

VATICAN CITY, FLOBAMORA-SPOT.COM – Pemimpin Umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus  mengajak orang beriman dari semua agama, untuk bersatu pada Kamis depan (14/5/2020) berpuasa dan berdoa di siang hari untuk meminta Tuhan membantu umat manusia mengatasi pandemi virus corona.

Komite Tinggi Persaudaraan Manusia, sebuah kelompok antar agama terkemuka menyelenggarakan hari doa sedunia yang dijadwalkan digelar pada 14 Mei, selama bulan suci Ramadhan ketika umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Diwartakan Al Arabiya, Imam Besar Mesir, Ahmad al-Tayeb juga menyambut inisiatif itu. Dalam sebuah posting di Facebook, dia mengundang orang-orang di seluruh dunia untuk berdoa dan melakukan pekerjaan amal “demi Allah SWT, untuk mengangkat pandemi ini dari kita dan seluruh dunia”.

Yoannis Lahzi Gaid, ajudan Paus Fransiskus yang juga adalah pastor Mesir dan anggota Komite Tinggi Persaudaraan Manusia mengatakan, hari itu akan menjadi momen yang bersejarah.

“Ini akan menjadi pertama kalinya bahwa semua umat manusia bersatu untuk satu tujuan: untuk berdoa bersama, masing-masing sesuai dengan iman mereka, memberikan bukti bahwa iman bersatu, tidak terpecah,” kata Gaid dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya.

Pandemi mempengaruhi semua orang melintasi perbatasan dan budaya tanpa pandang bulu, tanpa memandang agama dan latar belakang mereka.

“COVID-19 telah membuat kita semua bertekuk lutut. Tetapi berlutut adalah posisi terbaik untuk berdoa,” tambahnya.

Komite, yang didirikan tahun lalu dengan dukungan dari Uni Emirat Arab, juga menyerukan kepada orang-orang untuk berdoa agar para ilmuwan menemukan vaksin Covid-19 sesegera mungkin.

Meskipun bidang sains modern dan kepercayaan tradisional sering dianggap tidak sejalan dengan agama, Gaid mengatakan tidak ada kontradiksi antara keduanya.

“Ada yang komplementer. Ilmu tanpa iman tetap tanpa cakrawala dan iman tanpa ilmu tetap tanpa pendukung. Ini pelajaran hebat COVID-19,” kata Gaid.

(Sintus)

Sumber:Reuters