Tak Terima Honor,  1.040 Guru Amuk Ketua FGH

0 144

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Di Tengah merebaknya Pandemi Coronavirus diseas 2019 (covid – 19) 1.040 guru honorer diberlakukan tidak adil. Selama 4 bulan sejak Januari  hingga  April 2020 mereka hanya “makan angin”. Menghadapi situasi ini para guru honorer tidak tinggal diam melalui Ketua ForumGuru honorer mereka menyampaikan protes kepada Pemerintah Kota Kupang.


Ketua Forum Guru Honorer (FGH) Kota Kupang, Saka Nenosaban kepada Media selasa (14/4/20) mengatakan, ia menjadi sasaran  anggota  untuk menyalurkan aspirasi mereka.

“Ya, betul selaku ketua forum saya sering ditelpon teman-teman anggota forum untuk memperjuangkan hak kami yang belum dibayar selama kurang lebih 4 bulan, terhitung dari bulan Januari tahun 2020,” ujarnya.

Menurut Saka, ia selalu berkomunikasi dengan pihak Dinas  P dan  K Kota Kupang dalam hal ini Kabid Keuangan, tetapi belum mendapatkan kepastian dari Kabid Keuangan P dan K.

“Saya selama ini telah melakukan komunikasi untuk meminta agar hak para guru honorer segera dibayar. Saya ketemu atau telpon kabid keuangan dinas P dan K Kota Kupang dan  meminta kejelasan atau kepastian realisasi insentif, namun hanya dijanjikan satu dua hari lagi. Itu yang kita tunggu-tunggu tapi tetap masih ada kendala dari dinas. Lalu bagaimana saya harus memberi jawaban kepada teman honorer yang selalu mengeluh dengan hidupnya. Kasihan juga rasanya dengan adanya situasi kini di rumah saja,  teman -teman honorer mengalami kesulitan hidup, terutama makan minum. Ini yang harus menjadi pertimbangan dan segera diatasi pemerintah,” tuturnya.

Kadis P dan K Kota Kupang  Dumul Djami ketika dihubungi Media  melalui hand phone Selasa (14/04)  malam menjelaskan, masalah insentif  guru honorer di Kota Kupang sedang diproses.

“Selaku kadis  P dan K Kota Kupang, saya telah berkoordinasi dengan Kepala Bank NTT  Cabang Kota Kupang dan sudah ada kesediaan untuk pencairan dana  insentif  guru-guru honorer, sehingga  dalam minggu ini  atau paling cepat besok atau lusa akan segera transaksi oleh Bank NTT Kota Kupang  kepada  para guru honorer semuanya. Pembayarannya  melalui  nomor rekening masing-masing. Karena  urusan tersebut  menyangkut uang negara jadi tuntutan adminitrasinya perlu dipersiapkan secara baik,  maka butuh waktu sedikit lama penyelesaianya. Jadi mereka guru-guru honorer harus  sedikit bersabar, ”pungkasnya. (sintus)

 

Sumber: Mutiartimur.net

pewarta: Marianus Minggo