Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan Kapela Santo Paulus, Memasuki Tahap Pemasangan Kuda-Kuda

Kuda-kuda atap gedung Kapela St. Paulus Bello.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello, Keuskupan Agung Kupang, Kota Kupang, memasuki tahap baru.

Setelah melalui proses pembangunan secara swadaya dan gotong-royong umat, pemasangan kuda-kuda rangka atap mulai dilakukan pada Sabtu (15/8/2026).

Tahapan ini menjadi penanda penting dalam pembangunan kapela yang merupakan hasil pemekaran dari Kapela Santo Agustinus Bello.

Sebelum pemasangan rangka atap dimulai, umat terlebih dahulu melaksanakan prosesi adat sebagai bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan ungkapan syukur atas tahapan pembangunan yang telah dilalui.

Prosesi diawali dengan penuturan adat oleh tokoh umat setempat, Herman Takene. Setelah itu dilakukan penyembelihan ternak di tengah bangunan kapela.

Darah ternak kemudian dipercikkan pada sejumlah sudut bangunan sebagai bagian dari ritual adat yang dimaknai sebagai ungkapan syukur serta permohonan agar proses pembangunan berjalan lancar dan mendapat perlindungan.

Prosesi adat tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan rangka atap dan perlengkapannya, yang dilakukan dalam rangkaian ibadat sabda oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi, RD Longginus Bone.

Bagi umat, ritual adat dan pemberkatan tersebut bukan sekadar seremoni sebelum pembangunan dilanjutkan.

Prosesi itu menjadi penanda bahwa pembangunan kapela tidak hanya bertumpu pada pekerjaan fisik, tetapi juga berjalan seiring dengan nilai kebersamaan, iman, budaya, dan harapan umat.

Kapela Santo Paulus Bello merupakan pemekaran dari kapela induk Santo Agustinus Bello. Proses pemekaran dimulai pada 27 Januari 2017, didorong oleh kebutuhan pelayanan pastoral seiring bertambahnya jumlah umat di wilayah Bello dan sekitarnya.

Selama ini, umat calon Kapela Santo Paulus Bello masih beribadah di Kapela Santo Agustinus Bello. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena kapasitas kapela induk terbatas, sementara jumlah umat terus bertambah.
Kapela Santo Paulus Bello nantinya melayani sedikitnya lima wilayah dan 11 Kelompok Umat Basis (KUB), dengan jumlah umat lebih dari 1.000 orang di wilayah Bello atas dan sekitarnya.
Ketua Panitia Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello, Marsel Tika, mengatakan, pembangunan kapela merupakan hasil partisipasi seluruh umat.

Dukungan diberikan melalui iuran umat setiap bulan serta keterlibatan langsung dalam berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk dukungan dari para donatur.

Menurut dia, kekuatan utama pembangunan kapela adalah kebersamaan umat. Karena itu, panitia berharap dukungan tersebut terus dipertahankan hingga seluruh pekerjaan selesai.

“Kalau kekuatan sumbangan iuran umat dan kerja sama tetap kuat, pembangunan ini bisa dipercepat sehingga segera selesai dan digunakan untuk pelayanan umat,” ujar Marsel.

Dengan dimulainya pemasangan rangka atap, pembangunan kini memasuki salah satu tahapan penting. Panitia menargetkan seluruh proses pembangunan dapat rampung pada awal Desember 2026.

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello, Donatus Yosep Manehat, mengajak seluruh umat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pembangunan kapela.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi, RD Longginus Bone, menekankan pentingnya persatuan umat selama proses pembangunan.

Menurut dia, pembangunan kapela harus menjadi momentum untuk semakin mempererat kehidupan iman umat.

Ia mengajak umat tetap bersatu dan bahu-membahu dengan berpegang pada ikatan cinta kepada Yesus serta keteladanan Santo Paulus dan Santo Agustinus sebagai kekuatan dalam pelayanan.
Harapan serupa disampaikan Veronika Dongi, perwakilan umat dari KUB Santa Maria Porta Gente.

Menurut dia, kebersamaan yang telah dibangun selama proses pembangunan harus terus dipelihara setelah kapela selesai.

“Kekuatan umat yang sudah dibangun jangan berhenti pada pembangunan fisik. Kebersamaan itu harus menjadi kekuatan untuk terus membangun iman umat,” katanya.

Bagi umat Bello, Kapela Santo Paulus bukan sekadar bangunan tempat beribadah. Kehadiran kapela baru diharapkan menjadi pusat pelayanan pastoral, pembinaan iman, serta ruang bagi kegiatan anak-anak, kaum muda, dan kehidupan sosial umat.

Dengan demikian, pembangunan kapela yang bertumpu pada semangat swadaya, gotong royong, adat, dan iman tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memperkuat persekutuan dan pelayanan umat di wilayah Bello.

Ibadat tersebut dihadiri Pastor Rekan RD Toni Kobesi, Ketua DPP Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua Adrianus Ceme. Juga Ketua Stasi Santo Agustinus Bello Donatus Yosep Manehat, tokoh umat Anton Belle dan Judit Salassa, serta sejumlah umat Bello. (goe).

  • Bagikan