Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Besok BMKG dan CIRMA NTT, Tanam Pohon di Punggung Mata Air Bello

Staf BMKG Kelas II NTT dan warga Kelurahan Bello saat menyiapkan anakan mangga untuk di tanam esok.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Menurut rencana Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Kupang akan mengadakan kegiatan penghijauan berupa penanaman anakan pohon di dua mata air Bello.
Upaya menyelamat bumi itu berlangsung Kamis, (13/03/2025) pagi.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji yang dihubungi media ini melalui staf Operasiona lAlpin Palute Klimat menjelaskan, penanaman pohon di sekitar mata air Belo merupakan salah satu bagian dari Implementasi Rencana Aksi Mitigasi pada kegiatan Sekolah Lapang Iklim di Timor Barat NTT.
Ini bertujuan untuk meminimalkan dampak dari perubahan iklim berupa krisis air di sekitar mata air Belo sehingga dapat terwujud ketahanan iklim, serta menciptakan keberlanjutan di sektor pengairan, pertanian dan konservasi lingkungan.

“Dengan adanya kegiatan konservasi mata air kami berharap dapat menjaga debit mata air di wilayah tersebut. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pada berbagai sektor secara berkelanjutan,” tandasnya.

Selain itu pihak BMKG berharap, agar kegiatan aksi mitigasi perubahan iklim ini juga dapat dilaksanakan di seluruh mata air di wilayah NTT.
Direktur Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (Cirma) NTT John Ladjar, selaku penggagas mengatakan, kegiatan itu bertujuan, membantu menjaga keberlanjutan bumi. Juga
mencegah cuaca ekstrem seperti minimnya ketersediaan air dan meningkatnya suhu panas yang besar yang bisa mengakibatkan kekeringan.
“Bagian dari upaya selamatkan bumi, sehingga lembaga penggagas dalam hal ini Cirma mohon keterlibatan semua masyarakat sekitar mata air Oel Neneno dan Oel nepaut tanam pohon,” ucap Ladjar.

Sementara itu, Goris Takene salah satu tokoh masyarakat Bello sekaligus Ketua RW 003 Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang mengatakan, kegiatan penanaman ini di lakukan di punggung bukit Mata Air Oel Nepaut dan Oel Neneno yang selama ini sudah gundul akibat banyak pohon berusia tua yang sudah tumbang dan mengering.

“Kita berharap kegiatan konservasi yang digagas Lembaga Cirma dan BMKG ini, memberikan dampak besar khususnya bagi petani kecil di Bello dengan tersedianya sumber daya alam seperti air maupun udara segar,” ungkapnya.

Jenis anakan yang akan ditanam menurut Takene, yakni Mangga, Lengkeng, Jambu Kristal, Beringin dan Sengon. Semuanya di siapkan oleh BMKG. (Goe).

  • Bagikan