KEFAMENANU, FLOBAMORA-SPOT – Dalam upaya penguatan dan pengamalan nilai Moderasi Beragama dalam kehidupan iman umat, Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Drs. Eusabius Binsasi ajak para Penyuluh Agama Katolik (PAK) Kementrian Agama TTU yang adalah agen pastoral untuk selalu menjadi obor dan suluh di tempat tugas masing-masing melalui kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama Bagi PAK tingkat Kemenag Kabupaten TTU.
Kegiatan berlangsung di Aula Paroki Santa Theresia Kefamenanu, Selasa (14/5/2024).
Drs. Eusabius Binsasi dalam pemaparan awal mengungkapkan, akhir-akhir ini bangsa Indonesia dihujani dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan proses pengalaman dalam hidup beragama.
“Melihat konteks ini maka pada tahun 2019 saya yang waktu itu masih bertugas sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Republik Indonesia bersama menteri agama mencanangkan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan beragama”, ujarnya.
Menurut dia, tujuan dari peluncuran moderasi beragama adalah untuk menjaga keekstriman dalam pengamalan kehidupan beragama.
“Bicara soal moderasi beragama ada dua topik yang perlu kita gumuli yaitu berkenaan keseimbangan dalam pengamalan/penghayatan hidup beragama. Artinya tidak berat kiri atau berat kanan alias tidak bertindak Radikal. Sedangkan poin kedua berkaitan dengan anggapan bahwa semua agama sama saja. Selalu mengedepankan ratio dalam beragama”, jelas mantan frater itu.
Lebih lanjut Ia menambahkan, pada titik persoalan ini maka seorang penyuluh dalam upaya pengamalan moderasi beragama harus selalu menjadi obor dan suluh di tempat tugas dan karya. Obor artinya selalu menjadi terang. Dan suluh artinya selalu menjadi penunjuk arah bagi mereka yang tidak tahu jalan atau kehilangan arah.
“Dan ciri orang yang moderat adalah memiliki sikap toleransi yang tinggi, memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, menerima kearifan lokal dan selalu anti kekerasan. Bukti dari orang yang selalu mengedepankan sikap toleransi adalah selalu hidup rukun, damai dan tentram dengan sesama yang beragama lain”, tambah Mantan Dirjen Bimas Katolik RI.
Fondasi dari moderasi beragama adalah empat pilar kebangsaan. Maka sebagai penyuluh perlu dan selalu bangga dengan empat pilar kebangsaan yaitu; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya harus selalu memiki jiwa patriot.
“Kabupaten TTU yang menjadi terasnya bangsa Indonesia karena berbatasan langsung dengan negara lain, perlu ditata secara baik dan indah, agar kelihatannya selalu menarik di mata orang lain bahkan secara nasional”, tegas Wakil Bupati.
“Harapan kami agar dalam implementasi atau yang disebut sebagai pelopor moderasi beragama, para penyuluh perlu menghayati dan selalu menjadi petunjuk bagi orang lain dalam proses hidup beragama. Maka yang terus dipupuk dan terus digaungkan adalah sikap toleransi, saling mendukung dalam seluruh aktivitas keagamaan kita”, pungkasnya. (Beny Akoit/sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




