Umat Stasi Manusak, Bersih-Bersih Tepian Jalan, Menuju Bendungan Raknamo

  • Bagikan
Umat Stasi Manusak sedang melakukan pembersihan tepian jalan menuju Lokasi wisata Bendungan Raknamo Sabtu (26/3).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Tema aksi puasa pembangunan ” Memulihkan kehidupan; bumi sehat manusia sejahtera”, dimaknai dalam bentuk karya nyata dengan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Romo Albano Carvalho, Pr pimpinan Stasi Santo Leonardus Manusak, Paroki Santa Maria Fatima Taklale Keuskupan Agung Kupang, bersama umat,  mudika serta anggota THS-THM secara langsung turun melakukan permbersihan

tepian jalan menuju lokasi wisata Bendungan Raknamo. Kegiatan berlangsung  Sabtu (26/3) pagi.

Romo Albano Carvalho yang dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut menjelaskan, tema ” Memulihkan kehidupan; bumi sehat manusia sejahtera”, direalisasikan dengan karya nyata melakukan pembersihan tepian jalan masuk menuju lokasi wisata Bendungan Raknamo.

“Dengan tema bumi sehat itu kami yang berada di Stasi Santo Leonardus Manusak, mengambil bagian dalam melakukan pembersihan atau merapihkan lingkungan, terlebih pada area tepian jalan menuju bendungan Raknamo,” katanya.

Menurutnya, tepian jalan menunju lokasi Bendungan sudah dipenuhi semak rerumputan dan ada beberapa pohon yang rantingnya sudah mengarah ke jalan, sehingga dapat mempengaruhi arus keluar masuk bagi pengunjung yang akan berekreasi ke Bendungan Raknamo.

“Melalui kegiatan hari ini sebagai realisasi dari tema tersebut sebagai suatu upaya cinta lingkungan  dalam membantu aktifitas orang yang akan melintas ke lokasi Bendungan Raknamo,” ujarnya.

Mengapa memilih lokasi jalan menuju Bendungan Raknamo sebagai lokasi kegiatan ? “Jalan menuju lokasi Bendungan
Raknamo membutuhkan uluran tangan masyarakat setempat, karena lokasi ini sudah cukup banyak pengunjung baik dari Kota Kupang maupun warga sekitar yang saat hari libur melakukan rekreasi di bendungan tersebut. Untuk itu, akses jalan masuk ke lokasi tersebut perlu juga mendapat perhatian guna akses masuk para pengunjung  merasa nyaman dan aman saat melintas ke bendungan tersebut. Apa lagi musim hujan seperti saat ini banyak sekali rumput dan juga ranting pohon yang menutup jalan tersebut sehingga rasa kenyamanan pengunjung juga tidak merasa terganggu atau pun takut,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Ketua Mudika Stasi Santo Leonardus Manusak, Ferdy Nomeseo. Dia mengatakan, keterlibatan kaum muda katolik dalam aksi ini sebagai suatu wujud nyata kaum muda katolik dalam mencintai lingkungan.

“Kaum muda katolik adalah salah satu penggerak, maka keterlibatan kami kaum muda dalam segala kegiatan sosial sangatlah perlu. Apa lagi kegiatan ini adalah bagian dari sebuah karya iman yang nyata untuk kepentingan banyak orang,” pungkasnya. (mnt)

Penulis: MNTEditor: Sintus
  • Bagikan