Salah Satu Anggota Keluarga Perintis Kapela Bello,  Berpulang

  • Bagikan
Oma Yuliana Toasu (alm) salah satu Peletak dasar Iman katolik di Bello Kota Kupang meninggal Kamis (6/1/22)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Kamis, (06/01) pagi segenap umat Katolik Kapela Santo Agustinus Bello Paroki Santo Fransiskus dari Asissi Kolhua Kota Kupang, Provinsi Nusa tenggara Timur dikagetkan dengan berpulangnya salah satu umat perdana di kampung itu.

Mereka semua berduka meratapi meninggalnya almarhumah Yuliana Toasu (72) yang semasa hidup mengabdikan dirinya untuk perkembangan iman katolik di kampung kecil di Selatan pulau Timor.

 

Almarhumah Yuliana merupakan generasi kedua  cikal bakal berdirinya Gereja Katolik di kampung kecil di Kota Kupang yang dulunya dikenal dengan sebutan Desa Bello.

Inilah Kapela Bello, Paroki St Fransiskus Azisi Kolhua, tempat Oma yuliana melayani semasa hidupnya. terimakasih Oma.

Thomas Asanab (78) salah satu umat Kapela Bello mengatakan, almarhumah Yuliana Toasu merupakan generasi kedua umat perdana di tahun 1950 setelah kedua orangtuanya Martinus Toasu dan Elisabet Toasu berkeyakinan Katolik pada tahun 1947. Keluarga Toasu sebelum era Indonesia belum merdeka merupakan keluarga yang belum mengenal agama. Sehingga baru pada tahun 1947 keluarga besar Martinus Toasu  berkeyakinan Katolik Roma. Mereka mengikuti salah seorang saudaranya Sete Samuel Bekon, seorang anggota tentara KNIL yang pernah bertugas di Pulau Jawa dan baru kembali ke Bello Pulau Timor pada tahun 1947 bersama istrinya Maria Martha Siti Bekon berdarah Jawa.

 

“Dulu sebelum Indonesia Merdeka Martinus Toasu dan keluarganya belum mengenal agama, sehingga baru pada tahun 1947 masuk Katolik yang diajarkan oleh seorang saudaranya Sete Samuel Bekon yang baru pulang dari Pulau Jawa sebagai Tentara KNIL bersama istrinya Maria Martha Siti Bekon,” ungkap Asanab.

Ketua Dewan Stasi Santo Agustinus Bello Antonius Anton kepada media ini Kamis, (06/01) mengatakan keluarga besar Toasu dan Faku termasuk sosok almarhumah Yuliana Toasu memiliki kontribusi penting dalam perkembangan gereja Katolik perdana di era tahun 1947 hingga sekarang ini.

“Sesuai tutur para pendahulu, perintis Kapela Bello bahwa keluarga besar Takene, Toasu dan Faku termasuk beberapa keluarga lain di Bello termasuk almarhumah memiliki kontribusi penting dalam sejarah gereja Katolik Perdana di Bello,” urai Anton.

 

Bahkan menurut cerita Stefanus Toasu, salah seorang saudara almarhumah bahwa almarhumah Yuliana, semenjak masa kanak-kanak hingga remaja dan sampai akhir hidupnya bersama kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya  melayani gereja Katolik perdana di Bello.

Pada tahun 1967 Yuliana Toasu dijodohkan dengan seorang pemuda bernama Osias Faku dan keduanya baru diresmikan pernikahannya di tahun 1970 oleh alm Mgr Gregorius  Monteiro di Paroki Santo Yosep Kupang.

Almarhumah meninggalkan suami Osias Faku dan 8 orang anak, 20 orang cucu dan 2 orang cece. (goe)

  • Bagikan