Peringati Hari HAM Internasional, Ini Yang Dilakukan Cipayung TTU

  • Bagikan

KEFAMENANU, FLOBAMORA-SPOT.COM – Aliansi Cipayung Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang terdiri dari GMKI, PMKRI, dan GMNI melakukan sosialisasi 16 Hari Anti Kekeraasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Kegiatan berlangsung di Aula SMKS Trikari Desa Nian Kecamatan Miomafo Barat, TTU, Jumat, (10/12/2021).

 

Kegiatan digelar bertepataan dengan Hari HAM Internasional 10 Desember.

 

Wartawan Flobamora-spot.com Santi Kolo dari Kefamenanu melaporkan, Sosialisasi tersebut dihendel langsung bidang perempuan masing-masing organisasi Cipayung.

 

Direktur Yayasan Amnaut Bife Kuan (Yabiku) Nusa Tenggara Timur (NTT),
Filiana Tahu tampil dengan materi, “Kebijakan Pemerintahan dalam Mengatasi Kekerasan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Alur (P2TP2A)”.

 

Ia mengatakan, kekerasan terhadap perempuan adalah kejahatan kemanusian.

 

“Untuk itu, mari kita bersama-sama berjuang untuk menghentikan kekerasan-kekerasan baik itu dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat,” jelas Tahu.

 

Ia minta Cipayung Kabupaten TTU tetap konsisten menjadi pioner dalam pemberantasan kejahatan terhadap perempuan.

 

“Teruslah bergerak untuk dunia yang adil tanpa kekerasan,” ucap dia.

 

Menutup pernyataannya,
Direktur Yabiku NTT
tersebut berharap agar DPR RI segera mengesahkan RUU PKS dengan substansi yang berpihak kepada korban kekerasan seksual.

 

Usi Maria R. Kolo (GMKI), Srikandi Risa Bifel (PMKRI), dan Sarinah Sari Kofi (GMNI) mengatakan, sosialisasi tersebut sebagai kepedulian perempuan Cipayung terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi di NKRI secara umum, dan khususnya Kabupaten TTU.

 

Menurut ketiganya, Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk penolakan terhadap hak-hak perempuan, serta menyuarakan mereka yang tertindas.

 

Mereka berharap, siswa/i menyerap makna dibalik kegiatan tersebut dan menjadi oknum Pejuang keadilan di Tanah Biinmafo.

 

Usai pemaparan materi, perempuan Cipayung membagikan bunga dan kesan pesan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan bagi siswa/i dan penandatanganan petisi untuk pengesahan RUU PKS.

 

Kegiatan bertema “Merdeka itu Bebas dari Kekerasan Seksual” itu diikuti 70 peserta.

 

Penulis: Defri Sae/Santi koloEditor: Sintus
  • Bagikan