Hadiri Pengresmian Gedung Jemaat Luz, Ini Catatan Penting Gubernur NTT

  • Bagikan
Gubernur mau menandatangani Prasasti gedung Jemaat Luz Fatukoa, Kota Kupang Minggu (14/11)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – “Jangan Curangi proses masa mudamu, agar sukacita pada masa tuamu terpenuhi”.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menghadiri Pentahbisan dan Peresmian Gedung Kebaktian Jemaat Luz Fatukoa. Kegiatan ini disatukan dengan ibadah pelepasan Pendeta Cornelis Banobe, S. Th. Dia akan memasuki masa purnalayan setelah menyelesaikan tugas di Jemaat Luz.

 

Membuat sebuah konsep hidup bahwa manusia hidup itu mampu menolak kematian dengan sebuah desain manusia konsepsional. Manusia yang menolak kematian adalah bukan manusia Fisik, tetapi manusia yang bangun dengan visi.

 

“Manusia seperti ini tidak pernah mati. Mereka disebut dalam sejarah peradaban manusia. Selama itu hidup, maka mereka tetap hidup di sampingnya”, demikian VBL mengutip buku yang berjudul The Denial of Death (menolak Kematian) yang ditulis oleh Ernest Becker.

 

“Kita punya manusia konseptual yang paling utama dan terutama yaitu Yesus Kristus. Untuk itu kita tidak boleh curang terhadap sebuah proses hidup spiritualitas dan intelektualitas kita. Kesehatan dan networking. Selagi kita melaksanakan empat proses tersebut maka kita mampu sebagai manusia konsepsional. Gereja bukan saja tentang gedung yang dibangun megah.

 

“Tapi gereja adalah saya, gereja adalah anda, gereja adalah kita semua. Sehingga menjadi sebuah gerakan besar untuk merubah Nusa Tenggara Timur. Kebangkitan atas gerakan tersebut sama persis dengan bagaimana kita mendesain cara berpikir manusia. Tentu tidak ada pilihan yang lebih cerdas selain pendidikan,” ubgkap Gubernur Laiskodat.

 

Gubernur VBL menekankan betapa pentingnya gereja dapat membantu pemerintah untuk mewujudkan generasi cerdas baik secara spiritual maupun intelektual.

 

“Saya berharap Jemaat GMIT Luz Fatukoa bisa membantu pemerintah soal pendidikan. Mudah-mudahan telah ada juga lembaga pendidikan di Jemaat Luz. Karena sebenarnya gereja juga harus bisa berperan penting untuk soal pendidikan. Pendidikan Kristen harus bisa dibenahi bersama agar semakin berkualitas dalam menghasilkan generasi unggul NTT. Saya berharap di Jemaat Luz ada beberapa anak muda yang bersedia dan siap untuk dididik menjadi guru. Mungkin dua atau tiga orang bisa disampaikan, sehingga kami bisa membantu menyekolahkan mereka”, tegas Gubernur NTT yang sangat fokus pada masalah pengembangan pendidikan karakter anak.

 

Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera adalah sebuah keyakinan. Keyakinan visi yang akan membawa keberlanjutan dalam kepemimpinan yang baik kedepannya dengan atau tanpa dia. Jika gereja terus mendidik dan melatih mewujudkan visi tersebut, akan menjadi mimpi bersama. Dan dilanjutkan oleh generasi kemudian untuk menatap masa depan yang cerah.

 

“Dalam pembangunan gedung gereja yang megah maka harus ada gerakan-gerakan kemanusiaan. Harus ada Penggerak Penggerak dan program di dalamnya yang juga bisa mensejahterakan jemaat dan masyarakat,” ujar Gubernur.

 

“Maka dari itu kita wajib untuk kerja secara kolaborasi. Pemerintah dan Gereja harus dalam kesatuan gerak. Ikut juga dalam desain pembangunan pada pertanian. Peternakan. Perikanan, pendidikan, pariwisata dan juga bidang-bidang lainnya. Ini juga manfaat besar untuk kita semua,” Tandas VBL menutup sambutannya.

 

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery I. Y. Kolimon menyampaikan ucapan terima kasih dan menyerahkan surat keputusan pelepasan Pendeta Cornelis Banobe, S. Th. Pendeta Cornelis akan memasuki masa purnalayan setelah menyelesaikan masa pelayanan terakhirnya sebagai pendeta GMIT di Jemaat Luz.

 

Sementara itu ketua panitia melaporkan, gereja Luz Fatukoa dibangun sejak Agustus 2009 dengan umlah kepala keluarga 139 serta 578 jiwa.

 

Perjuangan mendirikan gereja ini bisa diselesaikan pada bulan juli tahun 2021, menghabiskan biaya 2.270.000.000. Serta semangat gotong-royong 193 KK.

 

Kebaktian ini dipimpin oleh KMK jemaat Luz Fatukoa Pdt. Marlin Ellen Pie Saiya-Bani, S. Th. Pdt. Lelin I.N. Foin Tuna-ndun, S.Th dan juga Pdt. Esriani N Pellokila-Ati,S.Th.
Turut hadir dalam acara ini, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provi si NTT Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si. Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT, Alexon Lumba, SH.M.Hum. Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Pemprov NTT, Sylvia R Peku Djawang, SP.MM. Serta PLT Karo Administrasi Pimpinan, Prisila Parera, SE

Penulis: Biro AP NTT/ELLENAEditor: Sintus
  • Bagikan