Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Perayaan Malam Paskah Umat Perbarui Janji Baptis, Lilin Menyala Iringi Percikan Air Suci

P. Sil Eko sedang mereciki umat dengan air suci dalam upacara pembaharuan janji baptis di Misa malam Paskah Sabtu Suci.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suasana hening dan khidmat menyelimuti ratusan umat di Kapela Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Sabtu (4/4/2026) malam.

Dalam perayaan Misa Vigili Paskah, umat mengikuti ritus pembaruan janji baptis yang menjadi bagian penting liturgi tahunan Gereja Katolik.

Dengan lilin bernyala di tangan, umat berdiri serempak, menghadirkan cahaya yang melambangkan iman yang tetap hidup di tengah kegelapan.

Cahaya lilin itu menjadi simbol kehadiran Kristus sebagai terang yang menuntun umat dalam perjalanan iman.

Pada momen pembaruan janji baptis, umat diajak menegaskan kembali komitmen untuk menolak dosa dan kuasa kegelapan, serta memperbaharui kesetiaan kepada Kristus.

Dalam suasana hening, umat menjawab pertanyaan liturgis yang dipimpin imam, mengikrarkan kembali janji yang dahulu diterima dalam Sakramen Baptis.

Usai pembaruan janji, imam memercikkan air suci kepada seluruh umat. Percikan air yang mengenai umat yang tetap berdiri dengan lilin menyala menjadi tanda pembaruan diri, sekaligus pengingat akan rahmat baptisan yang menyucikan dan menghidupkan.

Pastor selebran, Pater Sil Eko, SDS, menegaskan bahwa pembaruan janji baptis tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan panggilan untuk terus memperbarui hidup sebagai pengikut Kristus.

“Pembaruan janji baptis ini mengingatkan kita bahwa iman harus terus dihidupi. Kita dipanggil meninggalkan kegelapan dosa dan berjalan dalam terang Kristus setiap hari,” ujar Pater Sil Eko.

Ia menambahkan, simbol lilin dan air suci memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat beriman. Cahaya lilin melambangkan Kristus sebagai terang dunia, sedangkan air suci menjadi tanda penyucian sekaligus kehidupan baru dalam iman.

Perpaduan cahaya lilin dan percikan air suci menghadirkan suasana reflektif yang kuat. Perayaan malam itu tidak hanya menjadi rangkaian liturgi, tetapi juga pengalaman batin yang meneguhkan kembali identitas umat sebagai anak-anak terang.

Melalui Vigili Paskah, umat diajak memperbarui komitmen iman, menghidupi kasih, serta menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. (goe).

  • Bagikan