Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Minggu Panggilan, Perayaan di Kapela Santo Agustinus Bello Berlangsung Semarak

Para Suster cilik hadir dalam misa hari Minggu panggilan.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Umat Katolik di seluruh dunia merayakan Minggu Panggilan atau Minggu Gembala yang Baik pada Minggu (26/4/2026).

Perayaan ini juga berlangsung meriah di Kapela Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang.

Suasana misa kedua pada hari itu tampak berbeda dari biasanya. Perayaan liturgi berlangsung lebih semarak dengan keterlibatan koor gabungan para biarawan dan biarawati dari berbagai kongregasi, antara lain SSpS, OHFS, DPMT, CIJ, CB, serta para frater Projo Santo Mikael Penfui dan CMF Matani.

Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran anak-anak dari TKK Maria Helena dan TKK Arnoldus Bello yang tampil memperagakan peran sebagai imam, suster, dan uskup cilik. Penampilan tersebut menarik perhatian umat yang hadir. Bahkan, sebelum misa dimulai, sejumlah orangtua tampak antusias mengabadikan momen dengan berfoto bersama anak-anak tersebut.

Perayaan yang penuh warna itu tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang panggilan hidup dalam Gereja.

Imam yang memimpin misa, RD Yoakim Konis, menjelaskan, Minggu Panggilan merupakan momentum penting bagi umat Katolik untuk merenungkan panggilan hidup masing-masing.

“Minggu Panggilan diperingati setiap Minggu Paskah keempat, yang juga dikenal sebagai Minggu Gembala yang Baik. Injil pada hari ini menggambarkan Yesus sebagai Gembala yang mengenal dan menuntun domba-domba-Nya,” ujar Romo Yoakim.

Ia menambahkan, dalam suasana Paskah yang penuh harapan, Gereja mengajak umat, khususnya kaum muda, untuk membuka hati terhadap suara Tuhan dan berani menanggapi panggilan tersebut dengan iman yang tulus.

Menurut dia, Gereja juga mengundang seluruh umat untuk mendoakan tumbuhnya panggilan hidup bakti, baik sebagai imam, bruder, maupun suster, agar pelayanan Gereja dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Kepala TKK Maria Helena, Sr. Helena, menekankan pentingnya peran orangtua dalam mendukung cita-cita anak, termasuk panggilan hidup religius.

Ia mengajak para orangtua untuk tidak ragu memberi dukungan apabila anak-anak memiliki keinginan menjadi imam atau suster.

“Cita-cita anak, khususnya yang ingin menjadi imam atau suster, perlu kita dukung bersama. Orangtua harus berperan aktif dalam menumbuhkan dan memupuk panggilan itu sejak dini,” ujar Sr. Helena.

Menurut dia, dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam membantu anak mengenali dan menanggapi panggilan hidupnya secara lebih matang.

Lebih lanjut, Romo Yoakim menegaskan, panggilan hidup tidak terbatas pada kehidupan religius semata. Setiap orang memiliki panggilan masing-masing, baik sebagai umat awam, dalam kehidupan keluarga, maupun dalam pelayanan di tengah masyarakat.

“Panggilan adalah karunia dari Allah yang menuntut jawaban nyata. Ini bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk melayani dan memberi diri bagi sesama,” katanya.

Melalui perayaan Minggu Panggilan, umat diajak untuk merefleksikan kembali makna hidup dan kesetiaan dalam menjalani panggilan yang telah dipercayakan Tuhan.

Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian untuk melangkah dan melayani, serta menjadi garam dan terang di tengah kehidupan sehari-hari. (goe).

  • Bagikan