Tujuh Puluh Enam tahun Merdeka, Desa Kalali Baru Rasakan Nyala  Listrik

  • Bagikan
Wabup Kupang jerry Manafe saat menyampaikan sambutannya pada acara penyalaan Listrik perdana di desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat Kamis (28/10/21)

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Dalam rangka rakaian peringatan Hari Listrik Nasional ke 76, PLN NTT berhasil melistriki 90 desa di seluruh NTT. Salah satunya di Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat. Penyalaan Perdana Jaringan Listrik Desa di Desa Kalali tersebut dilaksanakan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe. Jerry tidak sendiri. Ia bersama GM PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko, di SD Inpres Kalali,  Kamis (28/10/2021). Hadir juga  Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN NTT, Heru Purwoko, Manager PLN UP2K Kupang, Cahyo Gunadi. Manager PLN UP3 Kupang, Meyrina Turambi, Manager PLN ULP Oesao, Helmy Zulkarnain. Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno, dan Kabag Prokopim Setda Kabupaten Kupang, Martha Para Ede.

 

Jerry Manafe mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang sangat berterimakasih kepada PLN. Ini karena dengan program memperingati Hari Listrik Nasional tahun 2021, banyak daerah di Kabupaten Kupang, kini telah teraliri aliran listrik.

“Terimakasih PLN karena kini daerah Amfoang mulai dari Amfoang Selatan sampai Amfoang Timur sudah bisa teraliri listrik bahkan 24 jam. Dan kini masyarakat Fatuleu Barat juga sudah mulai merasakan kemerdekaan yang sebenarnya karena juga sudah mulai merasakan aliran listrik. Kerja PLN NTT sungguh luar biasa”, ujarnya.

 

Jerry Manafe juga meminta masyarakat Fatuleu Barat mendukung program PLN tersebut agar seluruh wilayah Kecamatan Fatuleu Barat bisa teraliri listrik.

“Saat ini Desa Kalali mulai merasakan aliran listrik. Selanjutnya PLN akan mengaliri listrik ke desa-desa lainnya. Tentu saja setelah Desa Kalali akan dilanjutkan ke Desa Poto, tapi masyarakat harus mendukungnya. Kalau diminta untuk menebang pohon miliknya janganlah dipersulit”, tegas Jerry Manafe.

 

Sementara itu GM PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menginformasikan, PLN menggelontorkan dana 134,9 miliar rupiah. Sasaran tujuan 18.048 kepala keluarga. Saat ini dilanjutkannya, dari 3.353 desa di NTT. Kini sudah 3001 desa merasakan manfaat listrik dari PLN dan tinggal 352 desa yang belum.

 

Kerja Keras PLN NTT sendiri menurut Agustinus Sujatmiko, adalah jawaban atas tantangan dari Gubernur NTT. Gubernur  mengharapkan seluruh desa di NTT bisa teraliri listrik dari PLN, sehingga tanpa memikirkan laba. PLN NTT terus berupaya keras mewujutkannya. Tantangan terberat dalam merealisasikannya menurut Sujatmiko adalah topografi wilayah NTT yang bergunung.

“Ini  menyulitkan pemasangan infrastruktur pendukung penyalauran aliran listrik”, pungkasnya.

Penulis: Yery / rilisEditor: sintus
  • Bagikan