Wawali Perintahkan Sekolah Perketat Prokes Bagi Guru dan Siswa

  • Bagikan
Wawali dr Herman saat di SMPN 05 Kota Kupang Selasa (21/9/21).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man meminta sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan. Pengetatan protocol Kesehatan tidak hanya kepada para siswa tetapi juga kepada para guru dan pegawai. Penegasan tersebut disampaikannya saat melakukan pemantauan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di dua sekolah, Selasa (21/9). Dua sekolah yang dikunjungi adalah SMPN 5 Kota Kupang dan SD Katolik St. Maria Assumpta Kota Baru Kupang.

Pemantauan dimulai sejak pintu masuk sekolah. Wawali memastikan adanya petugas khusus untuk mengukur suhu siapa saja yang hendak masuk ke dalam lingkungan sekolah. Selain pengukur suhu, Wawali juga mengecek tempat cuci tangan di tiap-tiap ruangan kelas dan ketersediaan air untuk mencuci tangan. Para siswa dan guru diminta untuk tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker selama jam pelajaran.

 

Dalam dialog dengan para siswa yang dikunjunginya di ruang kelas, Wawali minta agar para siswa membawa bekal sendiri dari rumah dan tidak jajan di luar. Karena menurutnya hal itu menjadi salah satu Juknis dalam pembelajaran tatap muka adalah sekolah tidak memperkenankan kantin dibuka.

Kepada wartawan Wawali menjelaskan dari hasil pemantauannya, sekolah-sekolah yang dikunjungi sudah menerapkan prokes saat tatap muka terbatas secara baik. “Ini merupakan kolaborasi yang baik antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif”, kata dia.

Wawali optimis jika semua syarat dipatuhi secara baik, maka besar kemungkinan pada Oktober 2021 mendatang KBM secara tatap muka bisa berlaku untuk semua kelas.

 

“Meskipun masih menggunakan metode blended learning, artinya sebagian secara tatap muka sebagian lagi mengikuti pembelajaran secara virtual dari rumah”, ujarnya.

 

Wawali mengingatkan, kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan, jika ada satu saja kasus Covid-19 atau kedapatan sekolah tidak taat prokes. “Siswa kembali belajar dari rumah”, tegasnya.

 

Kepala Sekolah SMPN 5, Ferderik Mira Tade, memastikan pihaknya sudah menjalankan semua ketentuan yang berlaku untuk pembelajaran tatap muka. Menurut dia, sebelum PBM dimulai, Sekolah memberikan arahan dan imbauan terkait ketentuan tatap muka terbatas kepada para siswa. Saat ini ada 13 rombongan belajar yang melaksanakan tatap muka di SMPN 5. 11 untuk kelas regular, 2 kelas SMP Terbuka. Serta 1 kelas untuk anak-anak imigran yang tidak tercatat dalam Dapodik. Vaksinasi untuk para siswa menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

Sementara itu Kepala Sekolah SD Katolik St. Maria Assumpta, Sr. Petri Canisia, CIJ menjelaskan dalam pertemuan dengan para orang tua siswa sebelumnya yang dibagi dalam dua sesi, pihak sekolah meminta dukungan para orang tua siswa untuk membantu menertibkan anak-anak mereka untuk taati protokol kesehatan. Dia optimis jika sekolah mereka lolos tahap pertama ini, dalam tahap kedua makin banyak kelas yang diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

 

Kqdis Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, menjelaskan selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran.

 

“Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan prokes, rekomendasi akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya.

 

Dia menambahkan, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada satuan pendidikan konsisten dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan. “Yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs”, jelasnya.

Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021. SE Walikota menjelaskan, maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50%. “Dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs”, urainy.

 

Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

 

Alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk SD/MI maksimal 4X35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00–10.20 wita. Sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita.

Ditegaskannya, peran satgas covid-19 Tingkat sekolah sangat penting yakni harus memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup. Mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai masker. Mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru. Memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Satuan pendidikan yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat yakni, SD/ MI sebanyak 108 satuan pendidikan/sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 28 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang. (Rilis).

  • Bagikan