Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Komite Sekolah Harus Jadi Ruang Kolaborasi Orang Tua dan Pendidik

Kepala SDK Assumpta Sr. Defrosa Takene, CIK bersama calon pengurus Komite sekolah.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pembentukan pengurus Komite Sekolah SDK Assumpta, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, diharapkan tidak berhenti pada proses memilih pengurus.

Komite sekolah perlu menjadi ruang keterwakilan orang tua sekaligus mitra sekolah dalam membangun komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi untuk mendukung pendidikan dan perkembangan peserta didik.
Kepala SDK Assumpta, Defrosa Takene, CIJ, menyampaikan hal itu dalam pertemuan bersama calon pengurus Komite Sekolah di ruang guru SDK Assumpta, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Sr. Defrosa, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.

“Sekolah memiliki tanggung jawab dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Sementara orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi serta memastikan perkembangan anak berlangsung secara baik”, ujar dia.

Keberadaan Komite Sekolah, kata dia, tidak semestinya dipandang sebagai kepentingan sekolah ataupun kelompok tertentu.

Komite kata dia, harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kepentingan, pendidikan, dan masa depan peserta didik mendapat perhatian.

“Yang paling penting bukan hanya menentukan atau memilih siapa yang menjadi pengurus. Mereka harus mampu menjadi wakil orang tua di sekolah untuk mendukung anak-anak kita,” ujar Defrosa.

Membangun Kepercayaan. 
Sr. Defrosa menekankan pentingnya membangun hubungan yang dilandasi rasa saling percaya antara sekolah, orang tua, pengurus komite, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan.
Menurut dia, komunikasi yang terbuka akan membantu sekolah dan orang tua memahami kebutuhan peserta didik secara lebih utuh. Dengan demikian, berbagai persoalan pendidikan dapat dibicarakan dan dicari jalan keluarnya secara bersama.

Pengurus Komite Sekolah yang nantinya terpilih akan dipercaya mewakili aspirasi ratusan orang tua murid.

Kepercayaan itu, kata Defrosa, bukan sekadar kedudukan dalam struktur organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan kemajuan sekolah dan perkembangan peserta didik.

“Siapa pun yang menjadi pengurus harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan sekolah ini,” katanya.

Ia berharap para orang tua tidak hanya melihat diri mereka sebagai pihak yang menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Orang tua diharapkan menjadi bagian dari keluarga besar SDK Assumpta yang bersama-sama mendukung proses pendidikan.

Berpikir dan Bekerja Bersama. 
Semangat kebersamaan tersebut, menurut Defrosa, perlu diwujudkan melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri dalam mendidik anak, demikian pula orang tua membutuhkan dukungan sekolah dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

“Berpikir bersama, bekerja bersama, dan bertanggung jawab bersama” menjadi semangat yang ditekankan dalam pembentukan Komite Sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, pihak SDK Assumpta juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan berbagai pihak yang selama ini telah memberikan dukungan serta kontribusi bagi perkembangan sekolah.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan lingkungan pendidikan di SDK Assumpta.
Melalui pembentukan Komite Sekolah, SDK Assumpta berharap hubungan antara sekolah dan keluarga semakin kuat.

Kolaborasi tersebut pada akhirnya bermuara pada satu kepentingan utama, yakni memastikan peserta didik memperoleh lingkungan pendidikan yang baik dan kesempatan berkembang secara optimal. (goe).

  • Bagikan