Salut !! UGM Bantu Pulihkan Psikologi Masyarakat NTT Usai Bencana

0 108

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Universitas Gajah Mada turut serta memberikan bantuan kemanusiaan untuk menolong masyarakat NTT yang terkena dampak bencana siklon tropis seroja. UGM siap terlibat dalam upaya untuk memulihkan kondisi kejiwaan atau trauma healing yang diakibatkan bencana serta model rumah cepat tanggap yang murah dan tahan gempa.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Direktorat Pengapdian Kepada Masyarakat Universitas Gajah Mada/Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada kepada Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polomaing di Posko Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT (Aula El Tari), Kamis (29/4).

 

Kepada Sekda NTT, Direktur DPKM UGM mengatakan, UGM tidak akan diam dan akan mencari cara untuk membantu masyarakat NTT khususnya di Pulau Sabu.

 

“Pada bulan juli nanti Kami akan melakukan KKN dalam rangka membantu Recovery di Pulau Sabu. Dan kami juga telah menghubungi Politeknik Negeri Kupang untuk sama-sama membangun rumah contoh dan juga melakukan trauma healing pada hari sabtu (1/5) nanti,” ungkap Irfan.

 

“Kami berharap kedatangan kami di sini bisa menginisiasi kerja sama kami dengan universitas-universitas di sini dalam rangka membantu pemerintah daerah serta membantu masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan-
permasalahan akibat bencana badai siklon tropis seroja”, tambah Irfan.

 

Sekda Benediktus Polo Maing mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh tim dari UGM yang sudah mengunjungi beberapa lokasi yang terkena dampak bencana siklon tropis seroja.
Tim dari UGM telah mengunjungi Maumere , Larantuka dan menyeberang ke Adonara. Rencananya besok (30/4),tim UGM akan mengunjungi korban bencana siklon tropis seroja yang ada di Sabu Raijua.

 

“Kami sangat mengapresiasi karena hal ini menunjukan pengabdian yang tulus kepada masyarakat,” kata Polo Maing.

 

Dia berharap agar UGM dapat membantu Pemprov NTT dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi bencana.

 

“Upaya-upaya penyesuaian pasca bencana ini juga perlu kita desain bersama kedepannya. Sehingga terkait dengan upaya-upaya ini kita bukan saja perhatikan soal recovery konstruksi tetapi diharapkan dengan program KKN mahasiswa UGM yang akan dilaksanakan bulan juli nanti, dapat juga mengajarkan masyarakat terkait perilaku dan peringatan dini dalam menghadapi bencana. Dengan itu, ke depannya, masyarakat lebih siap dalam menghadapi bencana ini. Walaupun kita tentunya tidak mengharapkan bencana ini akan datang lagi tetapi kita harus berpikir pada kondisi terburuk agar kita lebih siap kedepannya,” pungkasnya.

(SP BIRO AP NTT)