Akhir Masa Tanggap Darurat, Posko Bencana Siklon Tropis Beberkan Data

0 28

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Hari ini Selasa (27/4/21) merupakan hari terakhir masa tanggap darurat bencana Siklon Tropis Seroja di wilayah kabupaten Kupang. Kesempatan ini dimanfaatkan tim Posko Komando Bencana Seroja untuk membeberkan data terakhir korban.

 

“Masyarakat terdampak sebanyak 15.710 KK 46.704 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan. Dari seluruh masyarakat terdampak tedapat 12 orang meninggal 3 orang hilang dimana sampai saat ini belum ditemukan dan 26 luka-luka”, kata Ketua Posko Komando Bencana Siklon tropis Seroja kabupaten Kupang Ir. Obet Laha dalam rilis yang dikirim kepada Media Selasa malam.

 

Menurut dia, terhadap seluruh masyarakat terdampak, pelayanan kedaruratan telah dilaksanakan meski belum sepenuhnya menjawab kebutuhan korban.

 

Ia menyebut data kerusakan rumah sampai hari ini terdapat 9.323 unit yang telah selesai divalidasi dan juga sudah dikirim ke Pemerintah pusat melalui provinsi.

 

“Dari total rumah rusak yang dikirim tahap I ini tervalidasi 5.197 unit rusak ringan, 2.066 sedang, dan 2.060 unit rusak berat.

 

“Kami juga perlu tegaskan kepada Kepala desa/Lurah untuk mengumumkan data kerusakan rumah di papan pengumuman yang tersedia”, jelasnya.

 

Jika dalam proses validasi lapangan masih ada yang terkoreksi maka silahkan untuk melakukan klarifikasi dengan mengisi format penambahan usulan kerusakan rumah dari desa/kelurahan setempat.

 

“Penyampaian usulan penambahan wajib dilengkapi dengan NIK, no KK dan surat ketrangan”, ujarnya.

 

Ia menegaskan, usulan penambahan wajib diterima, paling lambat tanggal 30 April 2021.

 

Ia mengatakan, data yang diterima selanjutnya akan dijadikan dasar bagi Posko Komando Bencana untuk mengajukan usulan tahap II ke BNPB RI.

 

Untuk Sektor Infrastruktur, panjang jalan yang mengalami kerusakan sepanjang 304 km dan 7 jembatan yang mengalani kerusakan.

 

“Pada sub sektor sumber daya air, kerusakan terjadi di 3 embung, 88 unit bendungan dan panjang jaringan, 88 perpipaan yang mengalami kerusakan sepanjang 11.666 meter”, jelasnya.

 

Pada sektor sosial kerusakan dialami pada 32 unit layanan kesehatan, 15 unit layanan, 15 unit fssilitas keagamaan dan 124 unit sekolah.

 

“Untuk sektor ekonomi produktif lahan pertanian yang terdampak seluas 6.962 HA, lahan perkebunan seluas 1.802 Ha, fasilitas perdagangan sebanyak 16 unit”, kata dia.

 

Pada sub sektor peternakan kerugian yang dialami masyarakat meliputi Sapi 1.614 ekor, Babi 939 ekor, kambing 1.906 ekor.

Pada bidang Perikanan kerusakan pada fasilitas produksi sebanyak 121.842 unit.

 

Untuk data lintas sektor terdapat 45 fasilitas pemerintahan yang rusak.

Lebih jauh ia mengatakan, terhitung besok tanggal 28 April sampai dengan 24 Oktober 2021 berlaku masa transisi darurat ke pemulihan. Selama masa transisi pelayanan akan terus kami lakukan melalui Posko transisi darurat ke pemulihan yang berada di kantor Bupati Kupang.

 

Total perhitungan kerugian yang diderita oleh masyarakat kabupaten Kupang sesuai perhitungan mencapai Rp. 1. 356.998.247.600,- ( satu triliyun tiga ratus lima puluh enam milyar sembilan ratus sembilan puluh delapan juta dua ratus empat puluh tujuh ribu enam ratus rupiah).

 

“Melalui kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi masyarakat kabupaten Kupang. Tuhan akan membalas saudara-saudara dengan berkat berlimpah. Bagi teman-teman TNI, POLRI dan LSM/NGO yang masih bergsbung dengan kami di Posko tanggap darurat, kami terus berharap kebersamaannya selama masa transisi darurat ke pemulihan bencana”, pungkas Sekda kabupatwn Kupang itu. (Rilis).