H-4 Masa Tanggap Darurat, Kades, Camat Tetap Laporkan Kondisi Masyarakat Kabupaten Kupang

0 93

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Masa tanggap Darurat di kabupaten Kupang akan berakhir pada Selasa (27/4/21) atau 4 hari lagi, namun kepala Desa dan Camat di Kabupaten Kupang harus tetap melaporkan kondisi masyarakat ke Posko Bencana Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Kupang untuk dilayani.

Ketua Posko Komando bencana Siklon Tropis Seroja kabuapten Kupang Ir.  Obet Laha dalam rilis yang diterima Media Jumat (23/4/21) malam mengatakan, jika masih ada korban yang belum terlayani atau masih terdapat kekurangan dalam penyaluran bantuan silahkan berkomunikasi dengan Posko kabupaten Kupang untuk secepatnya disistribusikan.

“Pemerintah Kabupaten Kupang sangat concern menangnai seluruh korban bencana yang ada. Tidak  ada diskrimasi, tidak ada yang diprioritaskan, semuanya dilayani secara merata sesuai dengan standar yang ditetapkan”, ucap Laha.

Obet melaporkan,seluruh korban jiwa yang terjadi di KabupatenKupang saat bencana terjadi tanggal  5 April 2021 lalu adalah 12 orang meninggal dunia 3 orang hilang dan 26 orang mengalami luka.

“Jumlah rumah terdampak sebanyak  9.081 unit. Yang masuk kategori rusak berat sebanyak 2.028 unit, sedang  2.026 unit, ringan 5.027 unit. Data ini yang sementara diverifikasi oleh tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA) kabupaten Kupang. Rencananya pada tanggal 26 April 2021 seluruh hasil kajian kita diajukan bersamaan dengan susulan Bupati Kupang ke BNPB untuk mendapatkan bantuan stimulant dan bantuan relokasi rumah serta dana tunggu hunian bagi seluruh masyarakat yang rumahnya tidak bisa ditempati”, jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kerusakan Infrastruktur sarana dan prasarana public data sementara yang akan divalidasi adalah jalan sepanjang  102,69 KM,Fasilitas kesehatan sebanyak 32 unit, fasilitas keagamaan sebanyak 15 unut, fasilitas Pendidikan sebanyak 124 unit dan fasilitas Pemerintahan 45 unit.

 

“Pada sector ekonomi data sementara kerusakan dan kerugian yang dialami adalah lahan pertanian yang rusak seluas  6.962 HA, sarana prasarna perikanan mencapai 256 unit, sedangkan untuk bidang peternakan, kerugian yang dialami masyarakat adalah ternak Sapi yang mati sebanyak 1.614 ekor, Babi sebanyak  593 ekor dan kambing 629 ekor”, ucap dia.

 

Menurut dia, dengan melihat semua kerusakan yang dialami masyarakat, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan skenario transisi darurat menuju Pasca bencana. “Skenario pertama yang akan kita lakukan adalah membangun kembali rumah korban bencana secara sederhana dengan bantuan yang diberikan adalah Seng dan kayu. Skenario kedua, semua korban bencana akan kita layani Psicososial, Trauma healing bagi anak dan remaja penyintas bencana, kerjasama dengan LSM dan lembaga lainnya akan terus dilakukan. Skenario ketiga kita akan mengedepankan savefood dan food estate untuk wilayah-wilayah pertanian yang kemungkinan mengalami gagal panen tahun ini. Skenario keempat untuk korban bencana yang meninggal akan kita upayakan pengajuan klain kematian sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama santunan duka cita bisa terealisasi”, jelasnya.

 

Ia mengatakan, pihaknya sementara melakukan koordinasi intensif dengan BPKH Nusra PKH Provinsi NTT, untuk kepentingan relokasi rumah warga terdampak ke lokasi dalam kawasan hutan yang dimungkinkan untuk diputihkan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Melalui kesempatan ini tak lupa kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi masyarakat kabupaten Kupang. Semua bantuan tersebut sangat berarti bagi kami. Bantuan yang telah diberikan mampu mengurangi beban masyarakat kami selama melewati bencana sampai hari ini”, ujarnya.

Ia minta para LSM/NGO yang beroperasi di kabupaten Kupang  untuk  terus mendampingi masyarakat terdampak, khususnya pada lokasi yang terdampak sangat parah.

“Mari bersama kita lakukan yang terbaik bagi kabupaten Kupang. Kami terbuka untuk menerima saran dan masukan dari saudara-saudara yang tidak lelah mendampingi masyarakat kami”, pungkasnya. (Rilis)