Gubernur dan Wagub NTT Tidak Berada di Ibukota

0 81
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat di Rote Ndao Kamis (8/4).

RONDA, FLOBAMORA-SPOT.COM – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josep Nae Soi selama pekan ini tidak berada di Kota Kupang ibukota provinsi NTT. Keduanya melakukan Kunjungan ke daerah bencana. Inilah bukti kecintaan mereka kepada rakyatnya.

 

“Saya bersama Wakil Gubernur (Wagub), Josef A. Nae Soi membagi peran untuk mengunjungi Kabupaten terdampak bencana Siklon Tropis Seroja, misalkan saat ini Pak Wagub mengunjungi Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Alor, saya mengunjungi Kabupaten Malaka, Kupang dan Rote Ndao”, ungkap Gubernur ketika berada di Rote Ndao Kamis (8/4/21).

 

Gubernur Viktor mengunjungi para pengungsi sebanyak 67 KK di SD Inpres Bandu, Jl. Ba’a Lole Desa Bebalain.

 

“Melihat kondisi Para pengungsi di sini, menunjukan adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dengan lintas sektor terkait, dalam melakukan Mitigasi Bencana”, ujar Gubernur yang biasa di VBL.

 

Selanjutnya Gubernur VBL mengunjungi Desa Papela sebagai salah satu Desa terdampak bencana sekaligus merecover kawasan pesisir Desa tersebut menjadi Kawasan Kuliner Ikan Papela.

 

“Kawasan pesisir di Papela ini, kita buat menjadi kawasan kuliner ikan, Tetapi Pemerintah Desa yang di fasilitasi Pemkab Rote Ndao mesti musyawarah untuk mufakat bersama masyarakat untuk bersedia direlokasi dan selanjutnya kita desain tempat ini dan kita bangun menjadi kawasan kuliner sebagaimana dimaksud”, ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Papela, H. Sugiarto. F.A. Azhari menyambut baik perhatian pemerintah Provinsi dan Kabupaten dan segera ditindaklanjuti.

 

“Tentunya atas nama masyarakat Desa Papela, kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Gubernur dan ibu Bupati, Paulina Haning Bullu, segera kami lalukan musyawarah tersebut dan 153 KK atau 672 jiwa masyarakat tanjung yang mengungsi apabila menyepakati untuk direlokasi, saya menyiapkan lahan kepemilikan secara pribadi untuk pemukiman masyarakat yang mau direlokasi”, ungkap sugiarto. (SP BIRO AP NTT/ELLENA).