Kol. Jems:”Pimpinan TNI AD Kirim Tiga Jembatan Darurat ke Adonara dan Lembata”

0 29

KUPANG, FLOBAMORA, SPOT.COM – “Terkait putusnya akses jalan di beberapa wilayah Pimpinan Angkatan Darat sudah mengirim 3 unit jembatan darurat yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju NTT dengan kapal ADRI. Mudah-mudahan bisa membantu korban di Adonara dan Lembata.
Dalam beberapa waktu kapal itu segera datang bersama Personil yang cakap untuk menyiapkan jembatan itu”, tegas
Kasrem 161 Wira Sakti/Kupang Kol. Inf Jemz Andre Ratu Edo, S .Sos dalam Ketrangan Pers terkait penanganan Bencana Banjir Bandang, tanah longsor dan Badai Siklon Seroja di NTT di aula El Tari Kamis (8/4/21).

 

Kolonel Jems menjelaskan TNI POLRI turun langsung mengevakuasi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor serta korban Badai Siklon Seroja sejak bencana berlangsung hingga saat ini.

 

“Upaya penyelamatan korban, pencarian jenazah yang masih tertimbun, serta pelayanan perbekalan, kesehatan angkutan terus dilakukan oleh satgas gabungan ini”, tambahnya.

 

Menurut dia, unsur TNI POLRI sudah mengerahkan perlengkapan sarana angkutan melalui pesawat Herculles, dari angkatan udara, kapal laut dan transportasi darat yang saat ini terus berjalan.

 

“Memang masih beberapa akses di wilayah kabupaten yang belum bisa dilalui dibutuhkan bantuan alat berat untuk kita upayakan korban-korban yang belum dapat ditemukan”, ujarnya.

 

Menurut dia, tim Satgas Gabungan didukung 6 Helikopter BNPB untuk mengakses langsung daerah-daerah yang terputus untuk dukungan logistik maupun evakuasi.

 

“Kami berharap informasi cepat dari bawah dari kabupaten dan desa apabila masih ada korban di wilayah yang belum terfasilitasi untuk dievakuasi ke rumah sakit.

 

Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius menjelaskan, korban Meninggal dalam bencana tahun ini mencapai 138 orang di seluruh kabupaten Kota.

 

“Hilang 61 orang luka-luka 130, Pengungsi 2.180 kk. 32.966 jiwa. Terdampak 5.722 kk. Rumah rusak mencapai 5. 471 unit.
Rusak berat 1. 495 unit. Ringan 204 unit, sedang 225 unit”, urainya.

 

Ia merinci, sesuai data yang masuk, di Kota Kupang korban meninggal 1 orang, Terdampak 743 kk. 2. 190 jiwa. 657 unit rumah rusak, rusak sedang 10 unit.

 

“Kabupaten Kupang meninggal 5 org”, kata dia.

 

Flotim 67 org, hilang 6 orang, luka-luka 54 orang, pengungsi 1.361 jiwa, rumah rusak 97 unit, rusak ringan 34 unit berat 82 unit.

 

Kabupaten Malaka Meninggal 4 0rang, 5. 284 jiwa mengungsi, rumah rusak / Hanyut 424 unit,

 

Kabupaten Lembata meninggal 32 orang, hilang 35 orang, luka-luka 48 orang, pengungsi 958 jiwa, 224 unit rumah rusak berat, ringan 75 unit sedang 15 unit.

 

Kabupaten Ngada, meninggal 1 0rang, luka-luka 3 orang, terdampak 214 jiwa, rumah rusak berat 66 unit, ringan 50 unit, sedang 1 unit.

 

Sumba Barat Jumlah Pengungsi 67 kk atau 288 jiwa, rumah rusak 54 unit,

 

Sumba Timur, jumlah Pengungsi 1. 803 kk atau 7.212 jiwa, terdampak 1. 919 rumah rusak berat 250 unit,

 

Kabupaten Sumba Tengah rumah rusak 21 unit,

 

Kabuparten Ende meninggal 1 orang, rumah rusak berat 17 unit, ringan 45 unit, sedang 18 unit,

 

Kabupaten Rote Ndao jumlah Pengungsi 153 kk 672 jiwa, rumah rusak 141 unit rusak berat 12 unit.

 

Kabupaten Sabu Raijua meninggal 2 orang,

 

Kabupaten Alor meninggal 25 orang, hilang atau belum ditemukan 20 orang, luka-luka 25 orang, yang terdampak 7 kk atau 18 jiwa rumah rusak 360 unit, rusak berat 179 unit, sisanya rusak ringan. Rusak sedang 180 unit.

 

Kabupaten Belu, Pengungsi 157 kk, yang kena dampak 150 kk atau 522 jiwa, rumah rusak berat 3 unit.

 

Kabupaten TTU yang kena dampak 450 kk atau 1.800 jiwa. Rumah rusak berat 150 unit,

 

Kabupaten TTS 708 jiwa, yang terdampak 1.235 kk atau 4. 848 jiwa, rumah rusak 395.

 

Ia mengatakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat terus memantau dampak bencana dari daerah ke daerah.

 

“Kemarin beliau memantau di TTS lalu ke TTU, Belu, Malaka dan pagi tadi sudah jam 7.00 terbang ke Rote Ndao. Bapa Wakil Gubernur saat ini berada di Flores Timur lalu ke Lembata dan Alor untuk melihat kondisi lapangan “, ujarnya.

 

Menurut dia, data ini masih dinamis, karena itu kami akan merilis lagi data nanti jam 18.00.

 

“Kita rilis data 2x sehari”, pungkas Mantan Kadis Pariwisata NTT ini. (ELLENA).