OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Camat Kupang Timur, turun ke RT 14/RW5 Dusun kaka bai desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur.
Di sana mereka melakukan penanaman anak, untuk mencegah erosi di musim hujan.
“Penanaman anakan kita lakukan bersama Yayasan Jaring Peduli Masyarakat, PLN, BPBD, Siap Siaga Provinsi, FPRB Kabupaten Kupang, FPRB desa Nunkurus dan Cis Timor. Kita menanam ratusan anakan di sekitar daerah rawan bencana”, ujar Camat Kupang Timur Marina Ludji Jumat saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Jumat (23/1/26).
“Kita juga melakukan sosialisasi tentang bahaya tinggal di daerah rawan bencana. Di sana kami turun ke kali kaka bai, di situ terjadi erosi tanah dan bisa terdampak pada 3 KK”, jelas dia.
Menghadapi kondisi ini pihak Kecamatan tidak tinggal diam. Selain menanam anakan juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk kepentingan masyarakat di daerah bencana.
“Jadi kita secepatnya berkoordinasi dengan dinas PU, dinas terkait untuk bantuannya. Dan kami sudah bicara dengan bapa Kadis PU dan bapa kadis siap bantu bronjong dan Eksa”, terang dia.
Menurut dia, penanaman akan dilakukan selama 6 bulan, sehingga Marina minta masyarakat turut menjaga setelah ditanam.
“Karena ini investasi harapan untuk anak cucu kita. Tanaman ini berguna sebagai penahan banjir dan erosi tanah”, kata Marina.
Ia minta masyarakat waspada terhadap situasi yang mudah berubah setiap waktu.
“Karena sekarang musim hujan kami minta kita saling berkoordinasi, untuk meminimalisir agar tidak ada korban. Sehingga jika sudah ada tanda-tanda bahaya, segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman”, imbau dia.

Yandri Noel, salah satu Kepala keluarga yang menerima dampak longsor tersebut mengatakan, saat ini dia dan keluarganya membutuhkan bronjong, untuk mengamankan rumah dari hantaman air kali Kaka Bai.
“Tanam anakan pohon boleh saja, tapi menunggu 10 tahun baru bisa, sementara kali terus menggerus tebing samping rumah. Ini bapa liat WC sudah hampir rubuh. Tetangga sebelah itu WC lama sudah setengah yang runtuh. Dong sonde pakai lagi itu wc”, ujar Yandri diamini Yuni, Giri, sang istri kepada media.
Kami butuh bronjong.
Menurut Yandri, ada 6 kk termasuk gereja Imanuel Kaka Bai menghadapi ancaman longsor.
“Jika tidak segera kasih bronjong maka kami bahaya”, kata dia.
“Saat ini kalo hujan kami tidak di rumah. Mengungsi di bapa mantu. Barang-barang separuh sudah dipindahkan”, tambah dia.
Ditanya kapan mereka mengalami musibah ini, Yandri mengatakan, longsor terjadi saat seroja tahun 2021 lalu.
“Setelah seroja. Tahun berikutnya, longsor. Dulu kali ini kecil saja, jarak dari WC ini sekitar 6 meter. Sekarang kali tambah luas”, terang dia. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




