OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Masyarakat korban Seroja 2021 melakukan aksi anarkis mendobrak pintu ruang kerja Bupati Kupang Senin (24/11/25). Ini dilakukan agar mereka bisa masuk bertemu Bupati di Ruang kerja.
Mereka dipimpin Ketua LP2TRI Hendrikus Djawa untuk mempertanyakan kejelasan terkait bantuan stimulan Seroja yang melanda sejak 2021 silam.
Saat tiba di lantai 2, penyampaian aspirasi yang semula berjalan lancar kemudian berubah menjadi anarkis ketika mengetahui Bupati Kupang sedang tidak berada di ruangan.
Beberapa saat kemudian, setelah mendapatkan orasi dari Hendrikus Djawa, massa kemudian menempati ruang rapat Bupati Kupang.
Usai mendengar orasi Hendrikus Djawa, massa bergerak menuju ruangan dan memaksa memasuki ruangan kerja Bupati Kupang, Yosef Lede.
Puluhan masyarakat yang merupakan peserta aksi kemudian mendobrak dan memaksa masuk ruangan dan seketika pintu yang sebelumnya tertutup dari dalam mengalami kerusakan pada kusen pintu.
Salah satu staf kesekretariatan Bupati Kupang kepada media ini mengaku takut dan panik usai kejadian.
Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, detik detik mencekam pasca puluhan massa memaksa masuk sempat membuat dirinya dan empat staf lainya shock.
“Awalnya kami dengar ada ribut ribut diluar ruangan, karna hal itu, kami memutuskan untuk mengunci pintu dan lari menuju ruangan Kabag Umum, seketika didobrak paksa oleh mereka,” ujarnya.
Ia menuturkan, saat berada di dalam ruangan Bupati Kupang, massa aksi mempertanyakan keberadaan Bupati Kupang.
“Saat mereka berhasil masuk, kami dengar mereka berteriak dan mempertanyakan keberadaan Bupati. Memang saat mereka datang Pak Bupati sedang berada di DPRD mengikuti sidang. Massa kemudian berteriak jika pada papan masih tertera Bupati ada diruangan sehingga mereka semakin berteriak kencang,” ungkapnya.
Sumber mengatakan, kepanikan yang dialami dirinya dan staf lainnya tidak hanya soal keselamatan diri namun, terdapat beberapa berkas penting yang masih berada diatas meja kerja.
“Sampai saat ini saya belum berani kembali ke ruangan karna mereka masih duduk didepan ruangan. Saya takut berkas penting diatas meja hilang atau dirusak. Saya mau kembali ke ruangan tapi masih takut,” tutupnya.
Merasa terancam, staf yang berada di ruangan kerja Bupati Kupang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang. (pupe/sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




