Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Angin Puting Beliung Terjang Kelurahan Bello, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Luka

Rumah salah satu warga kelurahan Bello yang mengalami, kerusakan pada atap dan tembok setelah disapu angin puting beliung.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Angin puting beliung menerjang Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat malam (23/1/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Bencana yang datang secara tiba-tiba itu menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga, memutus pasokan listrik, serta mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Sekretaris Lurah Bello, Denny Patty, mengatakan berdasarkan pendataan sementara pemerintah kelurahan, sedikitnya 46 rumah warga mengalami kerusakan, dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari atap rumah terlepas hingga tembok roboh.

Selain kerugian material, tiga orang warga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah tertimpa material bangunan saat angin kencang melanda.

“Peristiwa terjadi sangat cepat. Angin kencang datang disertai hujan lebat dan langsung menerjang permukiman warga, terutama di wilayah RW 1 dan sejumlah kawasan sekitar Kelurahan Bello. Banyak atap rumah beterbangan, bahkan beberapa bangunan mengalami kerusakan struktural,” ujar Denny Patty saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, bencana tersebut juga mengakibatkan pemadaman listrik di sejumlah titik, sehingga memperburuk kondisi warga pada malam kejadian.

Pemerintah kelurahan bersama aparat setempat segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat guna memastikan keselamatan warga terdampak serta mencegah risiko lanjutan.

Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengungkapkan, sejumlah warganya juga melaporkan mengalami kerusakan serupa, berupa atap rumah yang porak-poranda dan tembok bangunan yang roboh.

Namun, setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, ia menemukan sebagian bangunan terdampak berada tepat di batas administratif antara Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Secara fisik kejadian itu benar adanya. Namun karena lokasi bangunan berada di wilayah perbatasan administrasi, kami masih menunggu arahan dan petunjuk lebih lanjut dari BPBD Kota Kupang terkait penanganan dan penyaluran bantuan,” kata Goris Takene.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bersama Dinas Sosial Kota Kupang bergerak cepat.

Sejak Sabtu pagi (24/1/2026), tim gabungan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan lanjutan sekaligus menyalurkan bantuan darurat bagi para korban.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar, mengatakan bantuan awal yang disalurkan meliputi bahan makanan, kebutuhan pokok, serta pendirian tenda darurat bagi warga yang rumahnya tidak dapat dihuni sementara waktu.
“Saat ini fokus utama kami adalah penanganan darurat. Kami memastikan warga terdampak memperoleh makanan, tempat berlindung sementara, serta akses layanan kesehatan. Pendataan kerusakan masih terus berlangsung untuk menentukan langkah bantuan lanjutan,” ujar Ricko Umar.

Di sisi lain, tim dari PT PLN (Persero) terlihat mulai melakukan upaya perbaikan dan penyambungan kembali jaringan listrik di RT 007 Kelurahan Bello.

Para petugas bekerja dengan menggunakan peralatan keselamatan dan dibantu warga sekitar, guna mempercepat pemulihan aliran listrik ke rumah-rumah yang terdampak bencana.

Warga berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat kerusakan rumah dan fasilitas penunjang lainnya.

BPBD Kota imbau warga waspada. 

BPBD Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah Kelurahan Bello berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Kupang serta solidaritas berbagai pihak, agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan warga terdampak dapat segera kembali menjalani aktivitas secara aman dan layak. (goe).

  • Bagikan