Kapolri:”Provinsi NTT Sangat Baik Dalam Hal Toleransi”

0 126

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berada di Peroki Santo Yoseph Naikoten Sabtu (3/4/21) mengatakan, Provinsi NTT merupakan contoh toleransi antar umat beragama bagi Indonesia yang tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan masyarakat.

 

“Provinsi NTT sangat baik dalam hal toleransi dan menjadi contoh untuk Provinsi lain agar mampu tetap menjaga kerukunan umat beragama dan keamanan bermasyarakat,” ujarnya.

 

Terkait peristiwa ledakan bom di Makassar beberapa waktu lalu juga tidak mengganggu perayaan ibadah paskah di NTT dan juga tidak berpengaruh bagi kerukunan di NTT.

 

“Saya yakin NTT dengan keanekaragaman suku dan juga agama disini akan terus menjaga kerukunan umat beragama , juga menguatkan kita sebagai bangsa yang besar dan punya nilai persatuan. Kita sangat bangga dengan itu,” ungkapnya.

 

Kapolri mengucapkan terima kasih kepada pasukan Polri dan TNI yang sudah membantu menjaga keamanan selama perayaan paskah yang bakal berlangsung beberapa hari ke depan, kepada Forkopimda serta FKUB dan terutama masyarakat tetap menjaga keamanan.

 

“Selamat paskah bagi Umat Kristiani di NTT dan seluruh Indonesia,” ucapnya.

 

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi pada kunjungan Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolri karena kehadiran di NTT ini bisa terus  memberikan energi positif bagi kami untuk terus saling menjaga keamanan dalam interaksi sosial NTT,” ujar Gubernur.

 

“Kami di NTT, toleransinya luar biasa dalam interaksi sehari-hari. Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa daerah ini menjadi penyangga persatuan dan kesatuan negara ini,” katanya.

 

Gubernur menuturkan, NTT adalah miniatur dari Indonesia. “Miniatur Indonesia itu ada di NTT. Sukunya banyak, bahasanya banyak dan masyarakat dengan agama yang berbeda-beda ada di sini. Kami sudah terbiasa dengan perbedaan baik itu suku dan agama,” tegasnya.

 

Lalu tandas Gubernur VBL, kami bangga dengan perbedaan itu. “Tidak ada orang yang bisa memahami persatuan, sebelum ia menerima perbedaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan,” terangnya. (BIRO AP NTT/Ellena)