Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tiang Penopang Lantai II Keropos, Keselamatan Siswa Dikwatirkan

Tiang keropos di SDI Bertingkat Kelapa Lima 3 harus segera diperhatikan sebelum merenggut nyawa.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Kondisi bangunan SD Inpres Bertingkat Kelapa Lima 3 Kota Kupang memicu kekhawatiran serius.

Empat tiang penopang lantai dua sekolah yang telah berdiri sejak 1986 dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga dinilai berpotensi membahayakan ratusan siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah tersebut.

Kekhawatiran terhadap keselamatan siswa mencuat di SD Inpres Bertingkat Kelapa Lima 3 Kota Kupang. Empat tiang penopang lantai dua bangunan sekolah dilaporkan mengalami keropos dan kerusakan pada bagian pelapis tembok, hingga memperlihatkan tulangan besi beton di dalamnya.

Kepala sekolah, Martheda J.F.Aploegi S.Pd mengungkapkan kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan musibah sewaktu-waktu, terutama saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Saya sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap anak-anak, apalagi sekolah ini sudah dibangun sejak tahun 1986 dan digunakan setiap hari,” ujarnya.

Saat ini, sekolah tersebut menampung sekitar 236 siswa. Dengan aktivitas yang padat setiap hari, kondisi struktur bangunan yang melemah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga sekolah.

Selain persoalan kerusakan fisik bangunan, pihak sekolah juga menghadapi keterbatasan ruang belajar.

Marteda menjelaskan, kebutuhan ruang kelas belum terpenuhi secara ideal, sementara lahan sekolah yang sempit menjadi kendala dalam pengembangan fasilitas pendidikan.

“Kami sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota, agar segera melakukan rehabilitasi bangunan demi keselamatan siswa dan guru,” tambahnya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan penjaga sekolah, Otnial Mandala. Ia menilai kondisi bangunan dua lantai yang telah termakan usia tersebut semakin mengkhawatirkan dari waktu ke waktu.

“Kadang saya juga takut terjadi sesuatu saat jam sekolah. Bangunan ini sudah tua, dan beberapa tiang penopang lantai dua terlihat rusak, bahkan besi betonnya sudah tampak,” katanya.

Pihak sekolah berharap perbaikan dapat segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan risiko yang tidak diinginkan bagi seluruh warga sekolah. (goe).

  • Bagikan