Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang Kembali Gelar Virtual

Week End With the Bible

0 93

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Komisi Kitab Suci KAK kembali menggelar kegiatan Week End With the Bible secara virtual, Sabtu (13/3) setelah sukses dengan kegiatan yang sama sebelumnya.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari beberapa komunitas kategorial di Kupang yaitu Kelompok Relawan Komisi Kitab Suci KAK, Komunitas Pokok Anggur, Komunitas Kerahiman Ilahi KAK, dan OMK Stasi Labat. Bahkan katekis dari Sabu pun ikut dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengisi malam minggu dengan mendalami kitab suci. Maka nama kegiatan ini Week End With the Bible. Sedikit gara-gara pakai bahasa Inggris, tapi intinya kita mengisi waktu dengan membaca dan merenungkan sabda Tuhan secara bersama-sama dan berbagi refleksi serta pengalaman iman untuk memperkaya satu sama lain”, jelas Rm. Sipri Senda, ketua Komisi Kitab Suci KAK, yang menjadi fasilitator kegiatan.

Teks yang dipakai untuk pendalaman kitab suci adalah injil Yohanes 3:14-21. Teks ini merupakan bacaan injil hari Minggu Prapaska keempat, tahun B. Perikop ini merupakan bagian kedua dari percakapan Nikodemus dan Yesus. Nikodemus datang kepada Yesus malam hari dan mendapat pencerahan tentang kelahiran baru menjadi orang yang percaya akan Yesus, Anak Tunggal Allah, yang diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia.

Para peserta mendalami teks dengan metode sederhana berupa pertanyaan 5W1H. Dituntun dengan pertanyaan, para peserta berusaha memahami teks dan mengungkapkan pemahaman mereka. Bagian yang tidak dimengerti dijelaskan oleh fasilitator. Misalnya tentang pengertian dunia sebagai kenyataan kehidupan manusia yang dikuasai dosa dan kejahatan. Terang yaitu Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Kegelapan yaitu situasi dosa dan kejahatan yang mengungkung manusia sehingga mengarah kepada kebinasaan. Terang datang ke dunia, menghalau kegelapan, membawa keselamatan. Siapa yang percaya akan diselamatkan.

Pada sesi terakhir peserta berbagi refleksi atau pengalaman berdasarkan teks yang didalami. Semua refleksi mengerucut pada sikap iman, yaitu percaya kepada Yesus Anak Allah, dan mewujudkan iman itu dalam perbuatan baik dan benar. (Yohanes Bahy).