Kisah Miris Atlet Berprestasi Hidup Sebatang Kara,

Ingin Sekolah Lebih Tinggi Namun Apa Daya

0 271

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Namanya Presy. remaja wanita, kelahiran Naibonat 24 Maret 2003. Gadis manis harus berjuang sendiri mengisi perutnya dan bersekolah tanpa ayah dan Ibu sejak tahun 2014.

 

Meski serba terbatas secara ekonomi namun dia mampu menorehkan sejumlah prestasi baik akademik maupun non akademik.

 

Presy bersama Paur Polres Kupang Randy Hidayat

Sejumlah prestasi yang digapai mulai dari juara I kelas I- IV di SD hingga menjadi juara I olimpiade Sains dan juga menjadi juara I pada cabang olahraga Tarung Derajat.

 

Selain itu dia ingin mewujudkan cita-cintanya setelah tamat sekolah dari SMAN 1 Kupang Timur tahun 2021 ini bisa lanjut kuliah dengan bantuan beasiswa pemerintah atau siapapun yang ingin membantu dirinya.

 

Menurut remaja berumur 17 tahun itu di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa (23/2) hidup tanpa ayah dan ibu adalah hal tersulit yang harus dirasakan oleh dirinya yang masih anak-anak namun dia berupaya setiap harinya agar selalu semangat dan tidak larut dalam kekecewaan serta putus asa untuk bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.

 

Menurut murid Kelas XII SMA itu semenjak di bangku pendidikan SD di SD Negeri Naibonat dirinya berhasil mendapat peringkat I dalam kelas dan prestasi itu berhasil dipertahankan hingga kelas IV SD. Karena dinilai sekolah berprestasi dan saat itu dia diutus untuk mengikuti olimpiade sekolah dan pada olimpiade itu dirinya berhasil menjadi juara satu.

 

“Namun saat kelas IV SD ayah saya meninggal dan ibu menikah lagi. Saat itu saya patah semangat dan peringkat menurun dan hanya bisa mencapai peringkat dua bahkan tidak lagi mendapat peringkat. Saya juga suka suka”, ucap dia.

 

Setelah tamat dari SD Negeri Naibonat pada tahun 2015, jelas Presy, dia mendaftar di SMPN 4 Kupang Timur. Saat di SMP karena kedisiplinan dan kegigihannya di sekolah dirinya dipilih menjadi Ketua Osis SMPN 4 Kupang Timur.

 

Selain peringkat di kelas dia mengaku hobi cabang olahraga tarung derajat. Dari hobinya itu sudah beberapah kali berhasil meraih sejumlah penghargaan piagam dan medali di tingkat Kabupaten dan Provinsi.

 

Putri pertama dari ketiga bersaudara itu juga mengisahkan setelah ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi kedua adiknya harus diasuh oleh nenek dan kakeknya sedangkan dirinya memilih untuk tinggal sendiri dirumah warisan orangtuanya walaupun serbah kekurangan.

 

Walaupun kondisinya seperti itu namun dia belum pernah mendapat beasiswa dan hanya dibantu oleh seorang polisi dari Polres Kupang dan seorang dari Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Naibonat untuk membiayai sekolahnya dan makan minum setiap hari.

 

Dia mengaku suka ilmu komputer sehingga dirinya memiliki keinginan setelah tamat dari SMAN 1 Kupang Timur ingin kuliah mengambil jurusan Komputer tetapi yang menjadi kekuatirannya tidak tahu harus dapat uang darimana dan siapa yang akan biayai untuk kuliah.

 

“Saya berharap bisa dapat beasiswa atau dapat bantuan untuk sekolah”, pungkasnya. (KONJAKK)