KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Santo Agustinus, salah satu tokoh besar dalam sejarah Kekristenan dan filsafat Barat.
Ia lahir pada 13 November 354 di Tagaste, wilayah Numidia (kini Annaba, Aljazair).
Santo Agustinus dikenal luas sebagai seorang pemikir besar, penulis yang produktif, dan teolog yang membawa pengaruh mendalam hingga berabad-abad setelah wafatnya.
Masa muda Agustinus penuh gejolak.
Ia sempat menempuh jalan hidup yang jauh dari ajaran iman Kristen, tenggelam dalam kenikmatan dunia dan pergulatan intelektual.
Namun, dorongan spiritual dari ibunya, Santa Monika, serta pencariannya yang tak henti akan kebenaran, membawanya pada titik balik besar.
Setelah melalui proses panjang, Agustinus akhirnya bertobat dan dibaptis oleh Santo Ambrosius pada malam Paskah tahun 387 di Milan, Italia.
Sekembalinya ke Afrika Utara, Agustinus hidup sebagai biarawan dan kemudian ditahbiskan menjadi imam.
Pada tahun 396, ia diangkat menjadi Uskup Hippo, sebuah kota penting di kawasan Afrika Utara kala itu.
Ia memimpin umat di sana hingga akhir hayatnya dan dikenal sebagai pengkhotbah yang tajam serta pembela iman yang gigih. Terutama dalam melawan ajaran-ajaran sesat pada masanya seperti Manikeisme dan Donatisme.
Dua karyanya yang paling monumental adalah Confessiones (Pengakuan-Pengakuan), sebuah otobiografi spiritual yang mencerminkan pergumulan dan pertobatannya secara mendalam. Serta De Civitate Dei (Kota Allah), yang menggambarkan perbedaan antara kerajaan dunia dan Kerajaan Tuhan dalam kerangka sejarah dan iman.
Agustinus wafat pada 28 Agustus 430 saat Kota Hippo dikepung oleh bangsa Vandal. Namun, warisannya terus hidup.
Ia dihormati sebagai salah satu Bapa Gereja Latin dan diangkat sebagai doktor gereja oleh Gereja Katolik karena kontribusinya yang besar dalam pengembangan teologi dan filsafat Kristen.
Pemikirannya tentang waktu, dosa, kasih karunia, dan sejarah tidak hanya memengaruhi Gereja Katolik, tetapi juga memberikan dasar penting bagi banyak pemikir Protestan dan tokoh-tokoh filsafat Barat.
Hingga hari ini, ajaran dan karya Agustinus tetap dipelajari dan direnungkan oleh para teolog, filsuf, dan pencari kebenaran di seluruh dunia. (dari berbagai sumber-g).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




