Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Semangat Panggilan Tuhan Terpancar Lewat Penampilan Kongregasi OHFS

Pastor paroki St. Fransiskus Asisi Kolhua RD Longginus Dus Bone bersama para suster OHFS usai tampil di Expo panggilan.

 

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Semangat panggilan hidup membiara terpancar kuat dalam penampilan Kongregasi Fransiskan Pelayanan Orang Sakit (OHFS) pada hari ketiga Expo Panggilan di pelataran Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Kota Kupang, Jumat malam.

Melalui sajian drama musikal yang inspiratif, para suster OHFS berhasil menghidupkan suasana sekaligus menyentuh hati umat, khususnya kaum muda.

Penampilan tersebut dibawakan oleh Sr. Pia bersama para postulan (calon biarawati). Dengan alur cerita yang sederhana namun sarat makna, drama musikal itu tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang arti panggilan hidup dan keberanian untuk menjawab kehendak Tuhan.

Selain pertunjukan, para suster OHFS juga membuka stan pelayanan yang menyediakan berbagai aksesoris rohani, seperti rosario, gelang devosi, serta brosur pengenalan kongregasi. Kehadiran stan ini menjadi sarana bagi umat untuk lebih mengenal spiritualitas dan karya pelayanan kongregasi tersebut.

Sr. Udis menegaskan bahwa penampilan drama musikal yang dibawakan bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari pewartaan iman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kaum muda agar semakin berani membuka hati untuk mendengarkan panggilan Tuhan. Kami berharap mereka tidak takut melayani, hidup dalam kasih, serta berkontribusi membangun Gereja dan masyarakat melalui talenta yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu, pimpinan komunitas Suster OHFS, Sr. Mercy, OHFS, menekankan pentingnya kepekaan kaum muda dalam menanggapi panggilan Tuhan di tengah dinamika kehidupan masa kini. Menurutnya, expo panggilan menjadi ruang yang sangat berharga untuk menumbuhkan kesadaran tersebut.

“Melalui kegiatan seperti ini, kaum muda diharapkan semakin peka mendengar suara Tuhan dalam perjalanan hidup mereka. Bagi mereka yang terpanggil, dibutuhkan hati yang setia dan keberanian untuk memberikan diri sepenuhnya demi pelayanan kepada Gereja dan sesama,” kata Sr. Mercy.

Ia menambahkan, pilihan hidup berkeluarga maupun hidup membiara sama-sama merupakan panggilan yang baik. Namun, hidup selibat demi Kerajaan Allah merupakan bentuk penyerahan diri yang istimewa bagi mereka yang sungguh dipanggil.

Expo Panggilan di Paroki Kolhua ini pun menjadi momentum penting bagi Gereja untuk menumbuhkan benih-benih panggilan baru, sekaligus menguatkan iman umat melalui kesaksian hidup para religius yang penuh dedikasi.

(rei-Siswa Seminari St Rafael Kupang).

  • Bagikan