OELAMASI, FLOBAMORA- SPOT.COM – Bupati Kupang, Korinus Masneno bersama Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas menghadiri kebaktian sekaligus melakukan peletakan batu pertama gedung gereja Elim Bisolo, Kecamatan Fatuleu Barat dan Perhadapan serta serah terima pelayan Jemaat GMIT Elim Bisolo, Pendeta Novita Makaweru, S.Th, M.Pd.K
Bupati Kupang dalam sambutannya menyebut, Bisolo, Kecamatan Fatuleu Barat, merupakan daerah transmigrasi, karena itu Bupati berpesan bangunlah kebersamaan dan motivasi.
“Siapapun boleh datang kesini, ke Kabupaten Kupang sebagai
pembawa solusi bukan bagian dari masalah. Dengan dilakukan peletakan batu pertama, kiranya gedung gereja ini dapat selesai sesuai target. Selesai tanpa ada perselisihan antar sesama jemaat dan akhirnya bisa digunakan sebagai tempat persekutuan iman jemaat demi Kemuliaan nama Tuhan,” harapnya.
Bupati menambahkan, jangan pernah berhenti bersyukur. Dalam membangun, rasa sulit itu pasti ada, namun sesulit apapun kondisinya tetaplah berupaya untuk melangkah, dengan ayunan langkah pertama maka hati tergerak untuk terus melangkah hingga sampai tujuan.
Sementara Ketua Majelis Klasis Fatuleu Barat, Pendeta Meritz Nenoliu dalam suara gembalanya mengucapkan selamat datang kepada Pendeta Novita Makaweru di Jemaat Elim Bisolo.
Ia berpesan selain melakukan pelayanan iman Jemaat, pentingnya menerapkan berbagai pelayanan baik ide, karya maupun pelayanan sosial.
“Jangan hanya cari nama, jangan suka bicara nama orang dan lakukan pelayanan untuk menjaga nama baikmu,” tandas Pendeta Meritz.
Kesempatan itu pula Pendeta Novita Makaweru memperkenalkan diri, dan mennyatakan bersyukur bisa hadir ke tengah-tengah Jemaat Elim Bisolo yang disebut sebagai daerah transmigrasi.
Dengan latar belakang suku yang berbeda kata dia, bukan menjadi halangan, namun kehadirannya bisa membawa damai sejahtera tidak hanya sebagai pendeta tetapi bagian dari keluarga, tetap berikan yang terbaik untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Bergandengan tangan untuk satu hati dalam pelayanan.
Sebelumnya, dilaporkan Remi Nggadas, Gedung gereja ini dibangun seluas 20 m x 34 m dengan biaya 2 miliar lebih.
“Gedung gereja lama, tidak luas dan hanya mampu diduduki sekitar 70-an lebih orang. Mengingat jumlah jemaat yang terus bertambah, tergeraklah hati untuk membangun gedung gereja baru, yang lebih besar. Ditargetkan pembangunan gereja lima tahun selesai”, pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini, Asisten III Sekda Kabupaten Kupang, Novita Foenay. Kepala Dinas Nakertrans Kris Koroh, Kabag Umum, John Sula, Kabag Prokopim, Beni Selan, Kabag Kesra, Benny Markus. Kepala Dinas Nakertrans Prov. NTT, Ketua Majelis Klasis dan Para Pendeta se-klasis Fatuleu Barat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




