OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Satu lagi Visi Misi kepala daerah, terwujud. Visi misi di maksud yakni pembangunan Patung Kristus memberkati.
Peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau itu berlangsung Senin (5/10/2026).
Pembangunan ini sejatinya telah direncanakan sejak masa pencalonan bupati dan wakil bupati dua tahun silam.
Bupati Kupang Yos Lede dalam sambutannya menyampaikan, gagasan pembangunan Patung Kristus Memberkati ini sudah ada sejak jauh hari.
“Sejak kampanye kami sudah janjikan. Uang rakyat dikembalikan untuk rakyat. Tapi ingat, milik Tuhan harus kita berikan. Banyak orang meragukan sejak awal, namun hal itu justru menjadi dorongan bagi kami. Kami ingin mempersembahkan ini untuk masyarakat dan gereja. Pulau Semau akan berubah. Pembangunan kawasan ini menghadap ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, hingga ke Timor Leste. Sudah pasti Tuhan akan memberkati Pulau Semau”, ujarnya.
Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para tokoh agama.
“Kami yakin pembangunan ini rampung pada tahun 2028. Tidak usah khawatir, Tuhan itu baik,” tegasnya.
Ia pun memohon dukungan berkelanjutan agar proyek ini dapat selesai tepat waktu.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang yang telah berjuang mewujudkan gagasan tersebut.
“Peletakan batu pertama hari ini bukan sekadar pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, ini adalah simbol iman, harapan, kasih, dan persatuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Patung Kristus Memberkati ini diharapkan menjadi pengingat untuk senantiasa hidup dalam kasih Tuhan, menjaga persaudaraan, serta membangun masyarakat yang damai, harmonis, dan bertoleransi.
“Inilah nilai kasih yang diajarkan Kristus dan menjadi landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkas Taimenas.
Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares menyambut baik kegiatan ini. Ia teringat pembangunan Patung Kristus Raja di Dili 30 tahun lalu yang digagas ayahnya.
“Hari ini hal serupa dilakukan Bapak Yos Lede, dan kita patut bersyukur serta berterima kasih,” ucapnya.
Ia berjanji akan memperjuangkan dukungan pendanaan bersama Gubernur NTT agar pembangunan ini dapat diresmikan pada tahun 2028.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marthenk Timate melaporkan, kawasan Patung Kristus Memberkati dibangun di atas lahan seluas sekitar 3 hektar dengan konsep pengembangan terpadu.
“Kawasan ini tidak hanya berfokus pada monumen utama, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pengunjung, keamanan, spiritualitas, serta kelestarian lingkungan”, jelas dia.
Rincian pembangunan meliputi Patung Kristus Memberkati, podium, plaza utama, kantor pengelola, guest house, 20 unit wisma, gerbang kawasan, kolam, area parkir, gazebo, jalur pejalan kaki, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
“Seluruh rancangan disesuaikan dengan karakter alam dan budaya setempat agar menyatu dengan lanskap Pulau Semau”, ujar dia.
Acara peletakan batu pertama dilakukan Gubernur NTT bersama Bupati Kupang, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Ketua DPRD Kabupaten Kupang bersama anggota, para pastor, pendeta baik dari Kota Kupang maupun Semau.
Acara diawali ibadah bersama yang dipimpin Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, M.Si., didampingi Vikjen Keuskupan Agung Kupang RM. Krispinus Saku, PR. (Sts).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




