SJA Diam Seribu Bahasa, Ketika Ditanya Siapa Kontraktor dan Apa Perusahaannya?

0 71

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Kepala Sekolah Dasar Negri Oli’o sebut saja namanya SJA Senin (28/9) berhasil ditemui Wartawan di Ruang kerjanya. SJA mengalir dengan ketrangannya tentang pelaksanaan Pembagunan Gedung perpustakaan yang saat ini hampir finish. Namun ketika ditanya siapa kontraktor yang mengerjakan Gedung perpustakaan SDN Oli’o ia diam seribu bahasa.

 

Wartawan terus mengejar jika ada yang “mengatur” proyek Dana Alokasi Khusus senilai 160 Juta itu sebut saja orangnya bu ? SJA tanpa sepatah kata. Beberapa kali dicecar ia tetap diam. Dicecar bertubi-tubi ia lalu buka suara namun belum juga mau menyebut siapa yang mengerjakan pekerjaan tersebut.

 

“Mereka datang hubungi saya. Dari cara bicaranya meyakinkan to”, ujarnya. Ketika ditanya wartawan siapa bu ? atau ada titipan ? “Tidak ada”,jawabnya. Apakah ada orang kuat yang menekan, sehingga jika ibu tidak mau ikut maunya akan dicopot ?‘tidak ada tekanan”, tandasnya.

Lantas siapa yang mengerjakan proyek ini bu ? Bagaimana ibu tidak tau orang tapi ibu kasih uang (disebut termin pertama). 40 Juta lebih itu bukan uang kecil lho bu ? “DKL. Lewat petugas lapangan JN”, ucap SJA.

 

Menurut SJA, pekerjaan Gedung perpusatakaan sesuai Juknis dikerjakan secara swakelola bersama Komite, namun dalam perjalanan pekerjaan dilaksakan oleh pihak ketiga.

 

“Memang Swakelola tapi sesuai sosialisasi di dinas pada 14 Mei 2020 tidak tertutup juga pake pihak ketiga asal bertanggungjawab. Kita bentuk panitia pembangunan perpustakaan. Bukan hanya tunjuk tapi sepakat untuk pihak ketiga”, kata dia.

Mengenai peggunaan pasir dan batu yang tidak berkwalitas ia menjelaskan, hal itu sudah ia tegur dan dijawab kepala Tukang akan diganti mereka bilang, Ini biar untuk okfol (urug) bu begitu katanya.

 

Sedangkan tentang pencairan dana (termin pertama) ia menjelaskan, “Pencairan uang 31 Agust 2020 di Oesao (Bank) bersama bendahara. Masih di sana bendahara sudah serahkan uang (ke saya). Saya tidak tau menyalahi aturan atau tidak”, terangnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya pembangunan Gedung SDN Oli’o menuai protes dari warga sekitar karena tidak dilibatkan dalam proyek tersebut. (Oneter)