Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Aktivitas Belajar Mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Dimulai

Bupati Kupang Yos Lede, menyematkan Id card kepada peserta didik baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, sebagai tanda dimulainya kegiatan MPLS Selasa (14/7/26).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Aktivitas di Sekolah Rakyat resmi digelar. Kegiatan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Selasa (14/7/26).

Bupati Kupang Yosef Lede hadir langsung di kompleks Sekolah itu dan membuka kegiatan MPLS yang diikuti 270 siswa/siswi dari keluarga kurang beruntung. .

Dalam sambutannya Yosef Lede menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak Indonesia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kami mendukung program pemerintah pusat seratus persen, bahkan satu juta persen. Program ini merupakan solusi nyata dalam menjawab persoalan sosial dan pendidikan. Terutama bagi anak-anak yang selama ini tidak dapat bersekolah atau terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan ekstrem.

“Hadirnya Sekolah Rakyat akan mengurangi beban keluarga karena seluruh kebutuhan pendidikan anak menjadi tanggung jawab negara. Ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, Sekolah Rakyat terbuka bagi seluruh masyarakat yang memenuhi kriteria, khususnya keluarga miskin. Serta telah dirancang secara menyeluruh melalui sistem pendidikan berasrama yang memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan pembinaan karakter peserta didik.

Kepada kepala sekolah, para pendidik, pengasuh, dan seluruh tenaga kependidikan, Yosef Lede berpesan agar memberikan pelayanan yang ramah, santun, dan humanis kepada seluruh peserta didik.

“Rawat dan didik anak-anak ini seperti merawat anak sendiri. Berikan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan yang baik agar mereka merasa nyaman, bahagia. Serta mampu mengikuti proses belajar mengajar dengan optimal,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang, Filpina Kale, menyampaikan rasa syukur atas perhatian besar pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Dalam sambutannya, Filpina menjelaskan, sekolah tersebut kini resmi berubah nomenklatur menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang seiring dengan statusnya sebagai sekolah permanen yang berlokasi di Kabupaten Kupang. Sebelumnya sekolah tersebut berada di bawah Sentra Efata dengan nama Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang.

Ia menjelaskan, proses penerimaan peserta didik tidak dilakukan melalui pendaftaran umum, melainkan melalui mekanisme penjangkauan langsung (outreach) yang dilakukan oleh Balai Pendidikan Masyarakat, Sentra Efata. Juga Dinas Sosial, serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga bantuan pendidikan benar-benar diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Filpina juga mengharapkan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya Dinas Pendidikan, dalam mempercepat fasilitasi penerbitan ijazah bagi lulusan angkatan pertama Tahun Ajaran 2025/2026.
Selain itu, ia berharap adanya sinergi bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan sekolah.

Pembukaan MPLS ditandai dengan penyematan Id Card secara simbolis oleh Bupati Kupang sebagai tanda dimulainya kegiatan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPBPK NTT Didik Wahyudi, Kepala Satuan Kerja Istiadi Nugroho, perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang Yulius Taklal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kupang Aprion Lona, Camat Kupang Tengah, Kepala Desa Oelnasi. Dan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), para orang tua peserta didik, serta seluruh peserta didik baru. (Dk). MPLS,

  • Bagikan