Pemanfaatan Pangan lokal Jagung Jadi Aneka Makanan Sangat Diminati

0 30

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Bupati Kupang Korinus Masneno melaunching gerakan diversifikasi pangan lokal pengolahan tepung jagung di Oesao Kecamatan Kupang Timur, Jumat (11/9/20).

Pemanfaatan pangan lokal jagung menjadi aneka makanan sangat diminati saat ini dan menggerakan 5 Kelompok Tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Muda Mandiri melakukan kegiatan ini.

Launching Diversifikasi pangan lokal ini juga menandai diresmikannya gerai jajanan murni tepung jagung oleh 5 Gapoktan tersebut di Oesao.

“Saya apresiasi Gapoktan Muda Mandiri yang menanam jagung, mengolah menjadi tepung dan membuat jajanan yang berbahan dasar jagung,” Ungkap Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutannya.

Terkait dengan potensi jagung, ia menjelaskan Pemkab Kupang lewat program Tanam Jagung Panen Sapi menanam jagung di lahan seluas 2600 Ha sehingga potensi pengembangan pangan lokal ini sangat besar dan diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, sebagai Bupati ia tidak segan untuk bertani dan menanam jagung dan diikuti oleh OPD di civic center Oelamasi.

“Saya yakin dengan semangat berkerja dan berinovasi, upaya bersama membangun daerah yang mandiri dan sejahtera dapat terwujud. Revolusi 5 P menjadi spirit bersama menggenjot potensi yang ada khususnya dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pariwisata”, urainya.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taemenas mengajak semua komponen masyarakat mendukung program revolusi 5 P Kabupaten Kupang dengan berkerja keras.

“Didunia jagung merupakan makanan pokok nomor 3 dan di Indonesia makanan pokok no 2. Apalagi kita yang ada di NTT, jagung lekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” Ungkap Taemenas.

Sementara itu Salah satu pengurus Gapoktan Muda Mandiri Darwin Lusi mengungkapkan Gapoktan Muda Mandiri terdiri dari 5 Kelompok Tani diantaranya Poktan Nusa Hijau Lestari, Fajar Pagi, Galehi, Pokdale dan Poktan Viktory dengan jumlah anggota 94 orang dan mengelola lahan seluas 103 HA. (BS/One)