Heboh !! Gugus Tugas  Covid-19 Kota Kupang Evakuasi Pasutri Positif  Bersama Seorang Balita

0 117

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Tim gabungan yang terdiri dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, tim pengendali keamanan Polsek Maulafa, Brigade Kupang Sehat dan Puskesmas Sikumana melakukan evakuasi terhadap suami istri (pasutri) pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bersama anak mereka, seorang balita berumur 1,8 tahun.

Mengenakan APD lengkap para Petugas tiba dengan ambulans di kediaman keluarga di Kelurahan Oepura sekitar pukul 19.00,  mengevakuasi keduanya dan sang bayi untuk dibawa ke RSUD S K Lerik dan dirawat pada fasilitas kesehatan yang telah disiapkan bagi pasien terkonfirmasi positif di rumah sakit milik Pemerintah Kota Kupang tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si mengatakan, evakuasi dilakukan untuk meredam keresahan warga, padahal sesuai protokol penanganan Covid-19 yang tertuang dalam Pedoman Pencegahan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) Revisi ke 4 Tahun 2020, pasien yang terkonfirmasi positif dapat diisolasi di rumah jika kondisi kesehatannya tidak menunjukkan gejala (OTG) atau gejala ringan.

“Semenjak dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes PCR atau swab test, pasangan suami istri ini diisolasi sesuai protap penanganan Covid-19 yang berlaku, yaitu isolasi di rumah karena mereka tidak menunjukkan gejala. Sehingga berdasarkan pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 revisi ke 4 tahun 2020, mereka yang dikategorikan OTG dapat diisolasi dirumah dengan dipantau ketat oleh Gugus Tugas melalui Puskesmas setempat,” ujar Jubir Ernest.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan stigmatisasi kepada pasien Covid-19 dan keluarga, karena penyakit ini bukan aib. Justru kita harus menunjukkan rasa solidaritas kita dalam menghadapi pandemi ini. Mari kita semua bersolider tidak saja dengan pasien positif Covid-19 tetapi juga dengan saudara-saudara kita yg terkena dampak pandemi ini secara sosial dan ekonomi,” imbau Ernest mengakhiri wawancara. (PKP.nt/Sintus)