KOMSOS Keuskupan Atambua Gelar Aksi Peduli Umat

0 484

MENA, FLOBAMORA-SPOT.COM – Komisi Sosial Keuskupan Atambua (KOMSOS KA) bekerja sama Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan, Kelompok Caritas, pihak keamanan dan beberapa kelompok sosial lainnya mengadakan “aksi peduli bencana Covid -19” dalam wilayah Keuskupan Atambua.

Rombongan terbagi dalam beberapa tim dan mendatangi seluruh dekenat dalam keuskupan.

Umat dekenat Mena menerima bantuan sembako dari tim Komsos Keuskupan Atambua Sabtu (26/4/20).

Dekenat Mena-Timor Tengah Utara menjadi lokasi pertama dalam kegiatan ini yang didatangi Tim pada sabtu (26/4/20) mereka mendatangi dekenat Mena-Timor Tengah Utara.

Ketua Tim Aksi Peduli Bencana Covid-19 dekenat Mena Pastor Gerry mengungkapkan, aksi peduli bencana covid 19 perdana ini hanya merujuk pada dua paroki yakni Paroki Sta. Filomena Mena dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini.

“Penerimanya juga masih dalam skala kecil yakni hanya untuk 100 orang. Sasarannya untuk para janda, duda, dan keluarga miskin. Bantuannya berupa sembako (beras, susu, sabun, rinso, sikat, odol, minyak goreng) dan juga pembagian masker gratis”jelas Pastor Gery.

Pastor Ino Nahak Berek menambahkan, dalam aksi peduli ini, tim keuskupan juga memberikan edukasi singkat berkenaan dengan Covid 19 kepada para penerima bantuan yang dibawakan langsung oleh Pastor Gerry.

“Para penerima diberikan lembaran doa untuk mendoakan negara yang sementara dilanda Covid 19”, ungkap pastor Ino.

“Metode penerimaan bantuaan ini juga diatur dengan duduk jarak 1 meter, dan bantuan diletakkan di atas kursi. Sedangkan untuk paroki St. Fransiskus Xaverius Wini, sistemnya door to door (dari rumah ke rumah). Tujuannya supaya tidak ada kesan mengumpulkan masa sesuai instruksi pemerintah dan gereja”, tandas seketaris KOMSOS KA.

Menurut Pastor Ino, dengan aksi peduli bencana ini, banyak masyarakat bisa terbantu dari sisi ekomoni dan tetap memiliki keyakinan iman yang teguh pada Tuhan.

Sedangkan Pastor Gerry sebagai ketua tim mengungkapkan bantuan perdana ini masih dalam skala kecil yakni hanya untuk 100 orang. Semoga ke depan keluarga yang belum mendapatkan bantuan bisa menerima, dan mungkin bukan hanya dari keuskupan tetapi dari pemerintah dan kelompok karitas lainnya.

“Dan yang paling penting semoga kita semua terhindar dari wabah mematikan ini dan selalu mengantisipasi menghadapi penyebaran Covid -19. Jangan pernah bangga dengan status NTT yang masih pada posisi aman. Lebih baik mencegah daripada mengobati”, tandas Pastor Ino Nahak. (ba)