Isolasi Selama Pandemic Bahayakan Iman, Sakramen, Gereja dan Umat

0 206

VATICAN, FLOBAMORA-SPOT.COM – Paus Fransikus mengatakan bahwa isolasi selama masa pandemik membahayakan kehidupan iman seseorang, sakramen, Gereja, dan umat. Hal itu dia sampaikan dalam kotbahnya dalam Misa pagi di kapel kediaman Paus pada Jumat (17/4/2020). Dalam Gereja Katolik, kata “gereja” punya arti bangunan dan manusia. Dalam kotbahnya tersebut, misa online berbahaya bagi Gereja dalam arti manusia atau orang yang percaya kepada Kristus.

Dia mengatakan bahwa walaupun situasi sulit merupakan bagian dari cara Allah, tetapi bukan berarti apa yang dilakukan oleh orang beriman Katolik selama masa pandemi adalah Gereja.

Paus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio ini merefleksikan dengan sangat serius terkait iman yang tidak mampu untuk hadir bersama dalam merayakan Misa atau untuk menerima komuni kudus selama masa pademi COVID-19. Dia menyadari pembatasan yang dibuat oleh pemerintah untuk berkumpul bersama dalam kelompok merupakan usaha untuk memotong penyebaran virus corona.

Misa, doa dan iman yang dilaksanakan secara online, dan orang beriman didorong untuk menerima komuni spritual sebagai ganti dari Komuni Kudus bukan merupakan gereja. “Ini bukan Gereja.” tegasnya.

Relasi seseorang dengan Yesus harus intim, personal, tetapi dalam sebuah persekutuan. Keakraban seseorang dengan Yesus Kristus tanpa persekutuan, tanpa Ekaristi, tanpa umat Allah yang berkumpul bersama dan tanpa Komuni Kudus, berbahaya. Berbahaya karena umat bisa mulai menghidupi relasi dengan hanya demi diriku sendiri, dan terpisah dari umat Allah lainnya.

Di dalam Injil ditunjukkan bahwa murid Yesus selalu hidup dalam relasi dengan Allah sebagai persekutuan.

“Mereka (para rasul) berkumpul di meja perjamuan, sebagai tanda sebuah persekutuan. Selalu ada Komuni Kudus di sana, ada roti.”, katanya.

Misa yang disiarkan dan membuat orang bisa berada dalam persekutuan, tetapi tidak berkumpul bersama. Walau menerima Komuni Spiritual, tetapi itu bukanlah Gereja itu. Orang menghidupi kekeluargaan dengan Allah tetapi terpisah satu dengan yang lain.

Seorang Uskup Peringatkan Paus

Atas hal ini, Paus berterima kasih kepada seorang uskup yang memperingatkan dan membuat Paus berpikir lebih dalam tentang bahaya misa tanpa kehadiran dan partisipasi dari umat.

Paus mengatakan bahwa uskup tersebut menulisinya terkait misa dilangsungkan tanpa ada umat di Basilika St. Petrus sebelum Paskah. Dia mengatakan uskup tersebut mempertanyakan pilihan tersebut.

“Basilika St. Petrus sangat besar, kenapa tidak menempatkan sekurang-kurangnya 30 orang sehingga orang bisa lihat masih ada umat di sana?” ungkap Paus melanjutkan pertanyaan sang Uskup yang tidak diberitahukan namanya.

Paus mengatakan bahwa awalnya dia tidak memahami apa yang dimaksudkan uskup itu. Kemudian mereka berbicara. Uskup tersebut mengingatkan untuk hati-hati tidak membawa Gereja, Komuni Kudus, dan Umat Allah mekudus hanya sekadar pengalaman online.

“Gereja itu, Sakramen, dan umat Allah yang konkrit” katanya.

Hubungan iman dengan Allah harus selalu konkrit, sebagaimana yang dihidupi para rasul, sebagai sebuah persekutuan dan dengan umat Allah, bukan dengan menghidupi keegoisan atau dengan menghidupi cara yang viral sehingga tersebar lewat online.

Paus Mendoakan Para Ibu Hamil

Paus memulai misa dengan mendoakan para ibu yang mungkin takut atau cemas untuk melahirkan selama masa pandemik global COVID-19.
“Mereka mungkin bertanya pada dirinya sendiri, ‘Dunia seperti apakah yang akan ditinggali oleh anakku?’” katanya.

“Marilah kita berdoa bagi mereka yang Tuhan berikan mereka keberanian untuk membawa anak-anak dengan kepercayaan bahwa pasti dunia akan berbeda tetapi dunia ini akan tetap dikasihi Allah dengan cinta berlimpah” doa Bapa Paus yang berasal dari Argentina ini. (Sj)

Sumber: https://www.catholicweekly.com.au/pope-warns-of-danger-in-online-masses/