Selama Ramadhan, Takjil Dijual Secara Online

0 163

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Untuk mencegah penyebaran Coronavirus diseas 2019 (Covid-19) Pembelian takjil Ramadan di Kota Kupang tahun ini dilakukan melalui aplikasi online, bekerjasama dengan aplikasi Grab food dan aplikasi start-up lokal Qlimutu yang segera diluncurkan.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang, Sokan Teibang dalam konferensi pers melalui zoom meeting sore tadi (Kamis, 23/04/20202) yang digelar oleh Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, dari Media Centre di Kantor Walikota Kupang.

Lebih jauh Sokan menyampaikan, sampai pagi tadi telah terdata sebanyak 100 penjual yang tersebar di beberapa keluarahan di Kota Kupang yaitu Kelurahan Airmata, Solor, Bonipoi, Kolhua (BTN),  Fontein dan Oesapa.

Menanggapi pertanyaan awak media tentang kebersihan (higienitas) makanan yang dijual, Sokan mengatakan, penjual takjil ramadhan adalah para penjual yang selama ini beraktifitas membuat dan menjajakan kue, sehingga kesehatan produk yang dijual pasti aman.

“Bila perlu kita meminta Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk meninjau kembali makanan yang dijajakan”, tegasnya.

Terkait dengan jam penjualan dan pemesanan, ia mengatakan, khusus untuk takjil ramadan dimulai jam 12.30 – 17.30 wita setiap hari.

“Dan untuk harga serta foto tampilan makanan yang dijual akan diunggah pada aplikasi Qlimutu”, tambah dia.

Beny Leonard, founder startup lokal Qlimutu, menjelaskan, peran Qlimutu, membantu para penjual dalam menjajakan kuliner mereka dengan menampilkan katalog berisi foto-foto dan harga makanan, sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih kuliner yang ingin dipesan-antar melalui aplikasi Grab.

Sementara, Firmansyah selaku City Manajer Grab di Kota Kupang yang juga didampingi oleh Jems Djulete selaku PIC dan Partner Engagement Grab Kupang memperkenalkan fitur baru pada Grab yaitu Express Nalangin. Grab Express sebelumnya telah ada dan lebih dimanfaatkan untuk pengiriman barang oleh pelaku online shop. Kini, Grab Express dapat digunakan untuk pemesanan makanan, minuman atau kebutuhan pokok termasuk berbelanja di pasar tradisional.

” Selama pemesanannya jelas, maka pasti dilayani. Kita sepakat bahwa pembelian hewan atau logam mulia tidak akan dilayani Grab” jelas Firmansyah.

Lebih lanjut katanya, harga makanan pada Grab cenderung tidak berubah, yang berubah adalah tarif atau ongkos pengantaran karena disesuaikan dengan jarak antara penjual dan pemesan atau pembeli.

Terkait dengan titik lokasi pemesanan, Sokan mengatakan panitia telah menyiapkan 4 (empat) titik lokasi : yaitu di kelurahan Airmata, Solor, Kolhua (BTN) dan kelurahan Oesapa.

“dan teknisnya akan diatur segera malam ini oleh panitia dan pihak Grab serta Qlimutu agar besok sudah dapat diakses oleh masyarakat”, kata dia.

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae, S.Th yang turut mengikuti konferensi pers online tersebut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang bersama Panitia Gebyar Ramadhan Kota Kupang yang telah mengagas ide ini.

“penjualan takjil ini akan sangat membantu masyarakat khususnya umat muslim untuk mendapatkan menu berbuka puasa dengan lebih mudah tanpa harus keluar rumah”, urainya.

Sementara, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang yang diwakili oleh Kepala Bidang Layanan e-Government pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Wildrian R. Otta, S.STP, MM yang memandu pertemuan virtual tersebut menyampaikan bahwa semua penjual takjil ramadhan yang menggunakan aplikasi penjualan online tidak akan dipungut biaya.

“Pemerintah dan masyarakat dapat saling bersinergi dalam melawan virus corona 19 ini. Harapannya, dengan adanya inovasi dan kolaborasi ini dapat menciptakan semangat baru dalam penanganan dampak dari penyebaran Covid-19”, pungkasnya. (PKP_ghe/sintus).