Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Labuan Bajo Jadi Lokasi Pertemuan Tiga Negara

Rabu, 11 April 2018

Laporan: Jen Salem.

Kadis Par NTT Dr. Jelamu Saat berada di Bandara Internasional Narita jepang

Labuan Bajo, flobamora-spot.com – Sejak tahun 2012 Presiden SBY, PM Australia Yulian Gilart dan Xanana Gusmau PM Timor Leste menandatangani sebuah perjanjian Kerjasama antara tiga Negara yakni Indonesia, Timor Leste dan Australia. Perjanjian Kerjasama itu terus ditindaklanjuti dan sudah diadakan rapat berkali-kali.

Kadis Pariwisata Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius dalam laporannya dari Labuan Bajo Selasa 10 April 2018 mengatakan, pada tanggal 11 – 12 kembali diadakan Pertemuan segitiga itu di Labuan Bajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Gubernur NTT hadir dalam Pertemuan itu bersama Konsulat RI di Timor Leste dan Australia beserta para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Pertemuan lanjutan itu berlangsung pada tanggal 11 – 12 di Labuan Bajo digagas Kemenko Perekonomian”, Kata Kadis Pariwisata NTT Dr, Jelamu Ardu Marius dari Labuan Bajo Selasa (10/4/2018).
Jelamu menjelaskan, ada beberapa hal dalam kerjasama itu yang sudah berlangsung diantaranya Penerbangan Kupang – Dilli antara Maskapai Penerbangan Air Timor dan maskapai Penerbangan Trans Nusa di Kupang.
“Kita sedang mendorong Penerbangan Darwin – Kupang. Dan tentu saja kehadiran Pimpinan Penerbangan Nasional pada rapat di Labuan Bajo akan menambah refrensi di bidang koneksitas udara”, tandasnya.
Kerjasama yang telah dibangun tiga Negara tidak hanya dalam bidang Ekonomi tetapi juga dalam bidang Pendidikan, tentu saja sangat berdampak Positif bagi NTT.
Kadis Pendidikan Provinsi NTT Yohana E Lisapali yang diwawancara kemungkinan kerjasama lain yang dibangun dalam bidang Pendidikan bersama Australia mengatakan, selama ini yang dilakukan adalah pertukaran Guru dan siswa dari dan ke Australia diharapkan guru yang kembali ke Indonesia dapat menularkan ilmu kepada siswa dan guru yang lain.

“Guru atau siswa yang kembali harus bisa melakukan transfer Knowledge/ ilmu yang didapat kepada yang lain”, tegas Lisapaly.
Kerjasama pertukaran Guru dan siswa jumlahnya terbatas dan hanya pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris sehingga diharapkan ke depan bisa meluas ke bidang lain.
“Mereka membatasi hanya 10 orang juga kan mata pelajaran Bahasa Inggris saja yang dikerjasamakan ke depan bidang ilmu kejuruan juga bisa dimasukkan, na itu yang kita dorong dalam pertemuan kali ini”, katanya lagi.
Pada akhir Wawancara, Kadis Pariwisata mengapresiasi pertemuan ini karena akan berdampak pada bidang Pariwisata yang saat ini sedang dipromosikan ke dunia luar.

  • Bagikan