Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kembangkan Sarana Sekolah, Kepsek SMPN 07 Dorong Program 1.000 Pohon Cabai

Kepala SMPN 7 Kolhua Kota Kupang Yani Boymau.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Kepala SMP Negeri 7 Kolhua, Yani Boymau, mengembangkan sejumlah program penataan dan pengadaan sarana fisik sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM), pengembangan minat dan bakat siswa, serta kewirausahaan berbasis lingkungan.

Program tersebut mencakup persiapan ruang kegiatan jurnalistik, ruang serbaguna, pos sekuriti, pengembangan apotek hijau, hingga rencana penanaman 1.000 pohon cabai.

Upaya itu menjadi bagian dari manajemen sekolah dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah.

Salah satu fasilitas yang direncanakan ialah ruang untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik siswa.

Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis, peliputan, dan penyampaian informasi melalui kegiatan jurnalistik sekolah.

Selain itu, sekolah menyiapkan program kewirausahaan melalui penanaman 1.000 pohon cabai. Program yang masih dalam tahap persiapan tersebut diarahkan untuk mendukung pembelajaran praktik kewirausahaan sekaligus mengembangkan apotek hijau sebagai bagian dari pendidikan lingkungan di sekolah.

Dengan perkiraan hasil panen rata-rata dua kilogram per pohon, program tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 2.000 kilogram cabai apabila seluruh tanaman tumbuh produktif dan mencapai target panen.

Hasilnya diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa mengenai proses produksi, perawatan tanaman, pengelolaan hasil panen, dan nilai ekonomi komoditas pertanian.

Kebutuhan sanitasi menjadi perhatian

Di sisi lain, ketersediaan fasilitas sanitasi masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. SMPN 7 Kolhua memiliki sekitar 519 siswa, sementara jumlah toilet yang tersedia disebut hanya empat unit.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan fasilitas sanitasi agar kebutuhan siswa dapat terlayani dengan lebih baik.

Butuh tambahan 7 unit lagi. 

Sebagai gambaran, jika menggunakan rasio ideal satu toilet untuk 50 siswa, sekolah dengan jumlah 519 siswa membutuhkan sekitar 11 unit toilet. Dengan demikian, masih diperlukan sekitar tujuh unit tambahan untuk mencapai rasio tersebut.

Sekolah juga merencanakan ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan karakter siswa.

Sementara itu, pembangunan pos sekuriti ditujukan untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih tertib.

Penataan halaman depan sekolah melalui pemasangan paving block juga menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan. Namun, pelaksanaannya masih terkendala keterbatasan sumber pendanaan yang tersedia.

Dalam situasi tersebut, pengembangan program kewirausahaan berbasis tanaman cabai menjadi salah satu alternatif yang dipersiapkan sekolah untuk membangun pengalaman belajar produktif bagi siswa.
Meski demikian, pelaksanaan setiap pembangunan fisik tetap memerlukan perencanaan, perhitungan anggaran, serta sumber pendanaan yang jelas.

Berbagai rencana tersebut memperlihatkan upaya SMPN 7 Kolhua untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga pada keterampilan praktis, kewirausahaan, kebersihan, dan keamanan sekolah.

Realisasi program sangat bergantung pada kesiapan perencanaan, ketersediaan anggaran, serta dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah. (goe).

  • Bagikan